Tim Pansel: Kemungkinan Tidak Lolos

Tiga Kandidat Cawagub Tak Layak Pimpin Jakarta

Harian Terbit/Sammy
Tiga Kandidat Cawagub Tak Layak Pimpin Jakarta
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diajukan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut antara lain, mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu (kiri), Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta Agung Yulianto (tengah) serta Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi (kanan). Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PKB Ragukan Tiga Kandidat Cawagub PKS, Ini Kata Suhaimi, http://wartakota.tribunnews.com/2019/01/08/pkb-ragukan-tiga-kandidat-cawagub-pks-ini-kata-suhaimi. Penulis: Anggie Lianda Putri Editor: Gede Moenanto

Jakarta, HanTer -- Tiga kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemungkinan tidak lolos. Meskipun lolos, akan ada beberapa pertimbangan. Ketiga kandidat masing-masing adalah Abdurahman Suhaimi, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

“Ketiga kandidat  tidak layak memimpin DKI Jakarta. Tim Panitia Seleksi (Pansel) Cawagub DKI menilai, ketiga kandidat tersebut minim pengetahuan soal penataan kota Jakarta serta komunikasi terhadap pihak DPRD,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, hasil rekomendasi dari tim panelis akan diberikan ke pimpinan partai terlebih dahulu sebelum diberikan ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk kemudian diserahkan kepada DPRD.

"Ada dinamika baru yang harus dicermati oleh panelis secara objektif. Tapi tetap pada 11 Februari harus ada rekomendasi ke partai pengusung," kata Syarif saat di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Syarif menyebutkan, ketiga kandidat tidak memahami masalah perkotaan, pengentasan kemiskinan dengan masalahnya yang sangat kompleks dan sebagainya. Misalnya, penanganan Tanah Abang, Jakarta Pusat; Bukit Duri Jakarta Selatan, dan Kampung Aquarium, Jakarta utara.

Menurutnya, ketiga masalah tersebut memang kebijakannya ada di tangan Gubernur Anies, namun, dirinya belum melihat bagaimana tiga kandidat Cawagub bisa menerjemahkan soal pendekatan ruang dan kampung yang kumuh itu.

Soal kemampuan pola relasi dengan DPRD. Syarif juga belum melihat ketiga kandidat memiliki kemampuan tersebut. Jangan sampai, kata dia, peristiwa debat pengerjaan stadion BMW antara Pemprov dan DPRD kembali berulang.

"Yang saya bisa katakan selama tiga kali melakukan wawancara dan FGD saya belum menemukan calon yang ideal. Yang bisa menggantikan, sekurang kurangnya mendekati Sandiaga Uno," pungkasnya.

Memperlambat

Direktur Eksekutif Voxpol and Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, menyatakan, geliat Gerindra DKI cenderung memperlambat proses pemilihan Cawagub atau sangat bertele-tele seperti dipersulit. Hal ini dilihat dari sejumlah manuver Gerindra yang terus berubah-ubah.

Padahal, kata Pangi, secara aturan sesungguhnya penunjukan Wakil Gubernur DKI sangatlah muda. Berkaca dari kekosongan posisi Wagub di zaman Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Djarot dipilih menggunakan UU nomor 1 tahun 2015 dan PP No.102 tahun 2014.

Namun, peraturan itu diganti menjadi Pasal 176 UU No.10 Tahun 2016. Para cawagub pun harus mengikuti fit and proper test yang dipandang Pangi sesungguhnya sebagai gimmick politik.

"Sebetulnya Gerindra mempermudah proses ini, ini kan soal bagi bagi kekuasaan. Bagaimana berpolitik itu tanpa bagi-bagi kekuasaan (power sharing)," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Komitmen

Humas DPW PKS DKI Jakarta, Zakaria Maulana Alif meminta Partai Gerindra menunjukkan komitmennya untuk menyerahkan hasil rekomendasi dari tim panelis Cawagub DKI pada 11 Februari. Sebab, Partai Gerindra dan PKS harus tetap bersama berkoalisi memenangkan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi dan dilevel Jakarta untuk menentukan hal yang baik ke depan bagi warga Jakarta, dalam hal ini Cawagub.

"Ini kan pengaruh ke bawah. Gerindra nggak bisa berdiri sendiri. PKS apalagi nggak bisa berdiri sendiri. Jadi kalau nggak disegerakan gimana kita ikut konsentrasi ke Pilpres," ungkapnya di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Zakaria mempertegas bahwa ketiga kandidat cawagub yang diajukan PKS bukanlah kader sembarangan. Meskipun urusan Cawagub tidak bisa sesederhana yang dipikirkan lantaran permasalhanya begitu banyak, menurutnya, tiga kandidat sudah mewakili keinginan dari panelis dan tentunya warga Jakarta.

"Pak Agung dan Syaikhu berlatar belakang keuangan anggaran. Pak Suhaimi ketua Fraksi PKS DPRD DKI. Apalagi yang kurang," tegasnya.