Pentingnya Pencerahan Kaum Muda, Jangan Hanyut Oleh Kabar Hoaks

Danial
Pentingnya Pencerahan Kaum Muda, Jangan Hanyut Oleh Kabar Hoaks
Deklarasi anti hoaks menjelang Pemilu 2019

Jakarta, HanTer - Ketua Jarak Indonesia Antoni Yudha, mengatakan adanya suatu kegelisahan kaum muda saat ini adalah menyebarnya isu-isu yang tidak terjamin kebenarannya.

“Kita harus mampu menelaah isu yang berkembang, harapannya adalah agar forum ini mampu memberikan pencerahan terhadap kaum muda agar tidak hanyut dalam permainan yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan perpecahan,” ujar Antoni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Sebelumnya dalam Diskusi Publik Jaringan Aktivis Indonesia(JARAK INDONESIA) yang mengangkat tema; “Aktivis Milineal Menangkal Hoax Demi Terciptanya Pemilu 2019 yang Damai dan Rukun”

Antoni dan kalangan muda hadir bersama beberapa pembicara diantaranya, Politikus Senior Akbar Tanjung,  Bursah Zarnubi alumni HMI, Ivanhoe Semen, politisi partai Nasdem, DR. Hendrasimo, diskusi yang diadakan di Gedung Juang45, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Bursah Zarnubi menjelaskan bahwa bertemu dan berdiskusi dengan kaum muda adalah bagian semangat hidup, karena baginya berdiskusi dengan kaum muda adalah berdiskusi dengan masa depan.

Menurut Bursah, menghadapi zaman berkembang pesat, yang mana saat ini kita memasuki zaman 4.0, “Saya ingin mengatakan pada suadara, tekhnologi yang berkembang tidak dapat kita elakkan, kita harus siap menghadapi semua perkembangan tersebut. Hal yang harus dipersiapkan, pertama, gerakan milineal hampir putus dengan sejarah, oleh sebab itu kita harus hati-hati dalam memfilter informasi yang bergerak cepat dan deras,” pungkasnya.

Sementara itu, Akbar Tanjung politisi senior yang sudah lama berkiprah di partai Golkar menjelaskan, bahwa Bangsa ini adalah bangsa yang besar, keberagaman itu adalah sesuatu yang indah, tapi keragaman itu juga tidak menghilangkan spiritual.untuk diketahui oleh kita semua, dimasa itu penjajah saat bangsa kita berjuang meraih kemerdekaan pun corak keberagaman sudah terlihat, disitu ada tokoh tionghoa dan beragam semua etnis yang turut andil dan mempunyai peran dalam kemerdekaan

“Perjalanan bangsa ini penuh dengan warna, hal ini dimulai dari terbentuknya BPUPKI hingga PPKI bahkan pada saat penentuan bentuk dan visi Negara dengan panjangnya jalan kebangsaan tersebut, maka terbukalah fase demokrasi, November tahun 45 muncul Masyumi, PNI, muncul ISTI Murba PARKINDO dan partai itulah yang ikut pemilu pertama,” kata Akbar.

Selain itu ungkap Akbar, dua pengamat politik dari barat mengatakan bahwa jika mengacu pada politik tahun tersebut maka politik Indonesia merupakn politik yang berdasarkan pada ideologi. 1999 PDI pemenang, 2004 Golkar tetap menempati peringkat kedua, dan hantaman yang begitu besar karena Golkar diterpa dengan isu bagian orde baru.

Kemudian Donni Manurung yang juga salah satu dari peserta serta penyelanggara diskusi publik Jarak Indonesia menyampaikan rasa apresiasinya atas terselenggaranya diskusi publik ini yang dimana banyak mendapatkan masukan serta motivasi pada generasi milineal dan hoax menurutnya adalah kejahatan yang berbahaya dan masyarakat mudah larut dan terpengaruh menjadi turut serta dalam penyebaran hoax.

“Nah celakanya, politisi dan tokoh panutan masyarakat juga terlibat dan terkadang turut serta dalam menyebarkan berita hoax, sehingga jika tokoh panutannya melakukan penyebaran hoax, maka mayarakat akan mengikuti tokoh panutannya tersebut,” ujarnya.

Maka dalam hal ini, dia pun mengharapkan agar masyarakat lebih cerdas lagi dalam menelaah segala informasi yang masuk khususnya yang banyak menyebar di media sosial.