Cicit Pendiri Tarbiyah-Perti Sebut Pernyataan Said Aqil Bukan Orang yang Berakal Sehat 

Safari
Cicit Pendiri Tarbiyah-Perti Sebut Pernyataan Said Aqil Bukan Orang yang Berakal Sehat 
KH Said Aqil Siroj

Jakarta, HanTer - Cicit Pendiri Tarbiyah-Perti, Herman Jambak sangat menyayangkan terkait pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj yang menyatakan, “Selain NU salah semua, maka Imam sholat, Khotib, petugas KUA, Menteri Agama harus dari NU. Sebab selain dari NU maka salah semua”. Menurutnya pernyataan Said Aqil Siradj tersebut menunjukkan bukan seorang yang berakal sehat dan menyatukan Umat.

"Secara pribadi saya sangat menyayangkan pernyataan Said Aqil tersebut. Pernyataan tersebut cerminan seseorang yang tidak berakal sehat dan memecah belah Umat, bukan ucapan seorang ulama," tegasnya kepada Harian Terbit, Minggu (3/2/2019).

Herman menegaskan, kaum Tarbiyyin (Tarbiyah-Perti) dan Umat Muslim Indonesia lainnya masih berakal sehat, dan tidak banyak yang mempunyai pemikiran seperti Said Aqil. Sehingga dalam ucapannya tidak akan membuat gaduh dan memecah belah umat. Apalagi setiap umat yang ada Indonesia juga mempunyai kontribusi untuk Indonesia baik sedikit maupun besar.

"Jadi umat yang ada di Indonesia dalam ucapannya selalu menyejukan suasana," tandanya.

Herman Jambak merupakan cicit dari Syeikh Sulaiman ArRasuli pendiri Ormas Tarbiyah-Perti. Saat ini Ormas Tarbiyah-Perti telah memiliki anggota  atau Tarbiyyin sebanyak 15 juta of yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Sementara itu Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan tak akan menarik pernyataannya soal peran tokoh agama harus dipegang orang-orang NU, mulai dari imam masjid, khatib, KUA, hingga Menteri Agama harus dari NU.

"Lah memang khatib sekarang itu baca alqurannya plentang plentong. Makanya saya bilang kemarin, khatib kalau bukan dari NU itu salah semua. Pada marah kan, biarin," ujar Said Aqil dalam acara pembukaan Rakornas Lembaga Dakwah NU di Hotel Bidakara, Jakarta pada Senin (28/1/2019).

Said juga menyinggung soal permintaan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang meminta mencabut ucapannya itu.

"Saya atau NU, bukan bawahan majelis ulama. Enggak ada hak perintah-perintah saya. Majelis ulama adalah forum silaturahim, bukan induknya NU," ujar dia.

Pernyataan Said Aqil yang mengundang kontroversi itu diungkapkan dalam Harlah Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Ahad 27 Januari 2019. Saat itu, Said berpidato mengatakan organisasi umat harus bisa mengambil peran di tengah masyarakat, dan berkulaitas.

"Peran agama harus kita pegang, imam masjid, khatib, KUA KUA, Menteri Agama harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua," kata Said Aqil.