Selisih Elektabilitas dengan Jokowi 10 Persen, Sandiaga Janjikan Harga BBM dan Listrik Murah

Alee
Selisih Elektabilitas dengan Jokowi 10 Persen, Sandiaga Janjikan Harga BBM dan Listrik Murah
Sandiaga Uno (ist)

Jakarta, HanTer - Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, jika terpilih pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, ia akan memastikan tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan menghadirkan tarif listrik murah bagi rakyat.
   
“Jika mendapat mandat dari rakyat pada Pilpres 17 April 2019, kami yakin bisa menyediakan BBM dan listrik dengan harga murah, bahan bakar yang terjangkau bagi rakyat. Saat ini belum dapat melakukan itu karena belum bisa mengelola negara ini dengan mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia,” kata Sandiaga di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini optimistis dengan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Pemerintahan di bawah pimpinan Prabowo-Sandiaga bisa menghadirkan bahan bakar dan tarif listrik murah bagi rakyat.
     
"Kami akan memastikan bahwa kepentingan rakyat kecil menjadi prioritas Prabowo-Sandi. (Tidak akan menaikkan) harga BBM untuk masyarakat ekonomi terbawah," ujar Sandiaga.
     
Prabowo-Sandiaga ingin memastikan bahwa harga bahan bakar tidak akan melukai masyarakat yang berada di bagian paling bawah piramida. Selain itu memastikan bahwa pemerintahannya akan memberikan bantuan jika ada kenaikan biaya. 

Pusat Ekonomi 

Lebih lanjut Sandiaga  mengatakan Indonesia akan menjadi pusat ekonomi halal dunia dalam beberapa tahun mendatang. Syaratnya, rakyat Indonesia harus menjadi pelaku utama industri halal di negeri sendiri. 
 
"Ekonomi halal ini dahsyat potensinya. Pasarnya mencapai 1,8 miliar populasi muslim di dunia," kata Sandiaga pada acara 'Inisiatiif Indonesia Menang Pusat Ekonomi Halal Dunia'  di Hutan Kota Sangga Buana, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019) dilansir Antara. 

Dia mengingatkan, Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar dunia jangan sampai tidak mampu memanfaatkan kesempatan untuk menjadi pusat ekonomi halal. 

Bahkan negara lain yang sedikit populasi muslimnya seperti Thailand, Korea, dan Jepang sudah serius menggarap ekonomi halal yang potensinya mencapai Rp3.300 triliun.

"Target Indonesia dalam lima tahun harus masuk lima besar ekonomi halal dunia. Dan 10 tahun menjadi pusatnya ekonomi halal dunia. Lebih cepat lebih baik, katanya. 

Elektabilitas

Sementara itu, terkait elektabilitas, Sandiaga mengklaim, selisih elektabilitas dirinya dan Capres Prabowo Subianto tidak lebih dari 10 persen dibanding pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

"Selisih sudah single digit. Tapi kami mesti kerja keras. Kami sudah lewat 40 persen dan single digit," ujar Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (31/1/2019) dilansir Antara. 

Sandiaga mengemukakan, pihaknya mengedepankan hasil survei internal untuk menggodok strategi ke depan. Berdasarkan survei internal, kata dia, usai debat justru massa mengambang semakin banyak.