Debat Capres Kedua Bakal Lebih Menarik

Safari
Debat Capres Kedua Bakal Lebih Menarik

Jakarta, HanTer - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyiapkan konsep berbeda pada debat kedua Calon Presiden (Capres) 2019. Pada debat yang digelar pada 17 Februari 2019 itu akan dialokasikan satu segmen bagi kandidat untuk melakukan debat bebas tanpa ada batasan waktu. Rencananya, debat bebas ini akan dialokasikan pada segmen empat.

"Segmen empat itu segmen yang akan berdebat bebas, tidak akan dibatasi satu menit atau dua menit," kata Ketua Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Arief menjelaskan, nantinya moderator akan memberikan waktu yang cukup lama bagi kedua kandidat untuk saling menyampaikan pendapatnya. Mereka akan saling bergantian untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan.  Misalnya dalam segmen bebas debat tersebut ditentukan waktu 15 menit maka moderator nanti yang akan mengatur agar ada keberimbangan antara dua kandidat.

Selain itu, pertanyaan pada segmen keempat ini tetap berasal dari panelis tapi akan mengacu pada tayangan video pendek. Video yang diputar ini mengenai permasalahan seputar tema debat kedua, yakni energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup."Pokoknya nanti kita bikin lebih menarik debatnya," paparnya.

8 Panelis

Sementara itu Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, saat ini KPU telah menetapkan panelis dalam Debat Capres putaran kedua. Total ada 8 nama yang berasal dari praktisi, LSM hingga akademisi. "Jadi panelis debat kedua ada 8, berasal dari akademisi dan LSM. Akademisi 6 orang, yakni 2 rektor dari ITS dan IPB serta 4 orang akademisi dari Unair, UGM, ITB, dan Undip," jelasnya. 

Wahyu menuturkan,  dua panelis lainnya berasal dari LSM, yakni Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati dan dari Konsorsium Pengembangan Agraria. Selain itu KPU juga sudah menetapkan Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki sebagai moderator debat.

Berikut ini nama-nama yang akan menjadi panelis di Debat Capres periode kedua, 
1. Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng,
2. Rektor IPB, Dr Arif Satria. 
3. Prof Dr Ir Irwandy Arif, MSc (ahli pertambangan dari ITB). 
4. Ahmad Agustiawan ST, MSc, Ph D (pakar energi dari UGM) 
5. Sudharto P Hadi (pakar lingkungan dari Undip).
6. Dr Suparto Wijoyo SH, MHum (pakar hukum lingkungan Unair)
7. Direktur Eksekutif WALHI, Nur Hidayati
8. Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA), Dewi Kartika.