PSI Laporkan Dua Akun Penyebar Spanduk Abal-abal 

Safari
PSI Laporkan Dua Akun Penyebar Spanduk Abal-abal 
Ketua DPP PSI DKI Jakarta, Sumardy di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Jakarta, HanTer - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan dua akun Twitter terkait penyebaran spanduk abal-abal yang menyudutkan partai tersebut ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Laporan dilakukan karena spanduk abal-abal tersebut bukan yang membuat PSI karena saat ini PSI mempunyai standar baik bentuk tulisan maupun tema ketika akan membuat spanduk atau baliho.

Adapun dua akun Twitter yang dilaporkan yakni @dppFSI (Front Santri Indonesia), dan @lembagaF lembaga informasi Front. Laporan PSI diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/0135/I/2019/Bareskrim pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong di media elektronik. Dan LP/B/0136/I/2019/Bareskrim perkara pencemaran nama baik, fitnah dan penyebaran berita bohong atau hoaks. 

"Laporan pengaduan yang kami laporkan pertama berkaitan dengan pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong berkaitan dengan spanduk abal-abal yang mengatasnamakan PSI. Laporan kedua penyebaran berita bohong melalui media Twitter. Ada 2 akun yang kami laporkan," kata Ketua DPP PSI DKI Jakarta, Sumardy di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Sumardy menegaskan, spanduk yang dipasang disejumlah lokasi Jakarta tersebut abal-abal karena pihaknya memang tidak pernah mencetak dan memasang spanduk yang bertuliskan "Hargai Hak - Hal LGBT".

Spanduk tersebut abal - abal juga bisa diidentifikasi dengan mudah. Terutama terkait penulisan nama Ketua Umum PSI yang salah. Dalam spanduk tersebut nama Ketua Umum PSI tertulis Grace Natali harusnya ditulis Grace Natalie.

"Font yang digunakan berbeda dengan font yang biasa kami gunakan. Itu bisa dibuktikan dari kami banyak cetak spanduk dari calon-calon kami, fontnya berbeda. Di website PSI, kami jelas buat panduan design, branding di PSI seperti apa. Kami mewajibkan kalau mau mereka mau membuat dan cetak baliho sudah ada templatenya dan bisa langsung download dari website PSI. Jadi ini memang terlihat spanduk abal-abal," tegasnya.

Sumardy menilai, ada pihak yang memasang spanduk abal-abal dengan atas nama PSI, karena saat ini mungkin ada pihak - pihak yang  ketakutan dengan sepak terjang PSI. Apalagi saat ini  elektabilitas PSI semakin meningkat sehingga hampir semua calon legislatif PSI bakal masuk DPR atau DPRD. Sumardy menyebut pihak yang ketakutan terhadap PSI adalah pihak koruptor dan intoleran.

"Ini adalah bagian dari ketakutan mereka-mereka  yang selama ini tergolong koruptor, pro terhadap intoleransi. Kehadiran PSI ini bisa sedikit mengganggu kenyamanan mereka," tandasnya.

Sumardy berharap dengan laporannya maka Bareskrim bisa menangkap dan mengungkap siapa pihak yang memasang spanduk abal-abal tersebut.

Dalam laporannya Sumardy juga membawa sejumlah barang bukti yakni spanduk dan print out Twitter yang disebarkan oleh dua akun yang dilaporkan tersebut.

Sebelumnya, spanduk Partai Solidaritas Indonesia bertuliskan "Hargai Hak-hak LGBT" dengan foto Ketua Umum Grace Natali dan Sekjen Raja Juli Antoni ditemukan terpasang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Jalan Abdul Syafei, Tebet. Kini Spanduk tersebut telah dicopot oleh petugas setempat karena dianggap telah meresahkan warga. 

#PSI   #LGBT