M.Tri Andika: Penahanan Ahmad Dhani dan Pemanggilan Rocky Gerung, bisa Berpengaruh Negatif Terhadap Elektoral Pertahana

Anugrah
M.Tri Andika: Penahanan Ahmad Dhani dan Pemanggilan Rocky Gerung, bisa Berpengaruh Negatif Terhadap Elektoral Pertahana
Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies M.Tri Andika.

Jakarta, HanTer -- Penahanan Ahmad Dhani, pemanggilan Rocky Gerung, dan Buni Yani dalam waktu yang berdekatan, bisa menjadi isu yang merugikan secara elektoral bagi pertahana. Pasalnya, kasus tersebut dinilai sebagai bentuk diskriminasi hukum.

''Kegelisahan tentang penegakkan hukum yang diskriminatif, awalnya masih samar samar dipandang masyarakat. Tapi dengan adanya isu ini, semua itu seakan menemukan buktinya,'' ujar Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies M.Tri Andika.

Tri Andika menambahkan, petahana harus hati hati menyikapi kasus-kasus yang dinilai sebagai bentuk diskriminasi hukum. Sebab, gelombang protes publik terhadap petahana bisa tumpah di bilik suara.

''Selain isu ekonomi, isu  perceived unjustice, rasa ketidakadilan hukum, punya daya ungkit elektoral yang luar biasa. Kita bisa lihat dari kasus Pilkada Jakarta.Publik merasakan denyut praktik hukum yang istimewa terhadap Ahok, dan itu menggerakkan banyak orang. Akhirnya, ketika hasil pilkada Jakarta diumumkan, lebih banyak yang merayakan kekalahan Ahok, dibanding kemenangan Anies. Publik sudah sangat rasional,'' jelas Tri Andika.

Begitupun di Pilpres ini, lanjutnya, aparat penegak hukum tentu punya penjelasan prosedural terkait penahanan Dhani, pemanggilan Rocky Gerung. Tapi, publik juga bertanya, bagaimana dengan laporan laporan yang dialamatkan kepada pihak yang sejalan dengan pemerintah? Apakah ditindaklanjuti? Ini yang membuat gelombang protes akan semakin besar.

''Sehingga, ini bisa jadi sandungan bagi petahana di Pilpres nanti. Jika tak hati-hati, publik akan meluapkan protesnya terhadap petahana di bilik suara,'' pungkasnya.