Tim Intelijen Kejagung Tangkap Buronan Kejati Maluku di Sulut

zamzam
Tim Intelijen  Kejagung  Tangkap Buronan Kejati Maluku di Sulut

Jakarta, HanTer - Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara baru menangkap buronan pelaku kejahatan asal Maluku Utara Candra Kipu.

Terpidana dalam perkara kasus korupsi proyek Rumput Laut di Kabupaten Morotai tahun 2009 yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp. 2.7 milyar itu dibekuk tanpa perlawanan. Candra Kipu menjadi buronan ke tujuh yang diamankan Tim Intelijen Kejagung priode Januari 2019.

"Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI  Nomor : No. 928 K/PID.SUS/2012 tanggal tanggal 13 Juni 2012, Candra Kipu  dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 6 (enam) tahun, denda 200 juta rupiah serta uang pengganti sebesar Rp. 2.7 Milyar," ujar Kapuspenkum Kejagung Mukri kepada wartawan di kejagung, Rabu (30/1/2019).

Candra Kipu diamankan sekitar pukul 18.35 WITA , Rabu (30/1/2019) di Desa Tolondadu 2, Kec. Bolang Uki, Kab Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Sulut). Proses pengamanan berlangsung lancar dan yang bersangkutan bersikap kooperatif.

Program Tabur 31.1 merupakan upaya Kejaksaan untuk meningkatkan optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus. Ditetapkan target bagi 31 Kejaksaan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia yaitu minimal 1 (satu) kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan.

Sejak bergulirnya program tersebut di tahun 2018 telah berhasil diamankan sebanyak 207 (dua ratus tujuh) orang.

Mukri menegaskan melalui program Tabur 31.1 diharapkan dapat menyampaikan pesan kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan.