Laskar Pemuda Islam Minta Tuntaskan Kasus Abu Bakar Baasyir Tanpa Tekanan

Safari
Laskar Pemuda Islam Minta Tuntaskan Kasus Abu Bakar Baasyir Tanpa Tekanan

Jakarta, HanTer - Rencana kebebasan Abu Bakar Baasyir dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Gunung  Sindur, Bogor, Jawa Barat, semaki tidak menemukan kejelasan. Situasi ini jelas menimbulkan keprihatinan semua pihak.

Nurahman dari Laskar Pemuda Islam meminta Pemerintah segera mengambil sikap terkait status hukum dari Abu Bakar Baasyir. Permasalahan Abu Bakar Baasyir tidak mau tanda tangan integritas terhadap Pancasila sebagai sebuah persyaratan semestinya bisa diantisipasi

"Hal ini sebenarnya harus dipikirkan sebagai tawaran jauh-jauh hari. Jangan sampai orang berharap tapi lain kenyataannya dan menimbulkan polemik," kata Nurahman di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Nurahman menuturkan, gagalnya Abu Bakar Baasyir bebas dari penjara tidak lepas pula dari tekanan publik yang mempengaruhi keputusan Pemerintah. Diantaranya yang dilontarkan oleh musisi Jerinx SID sehingga Abu Bakar Baasyir gagal menghirup udara bebas

"Sepertinya diduga tekanan salah satu dari Jerinx yang kerap menekan Presiden Jokowi, sebagai tokoh musisi Bali juga memperkuat pembatalan tersebut," ujar Nurahman. 

Di akun Twitter-nya, Jerinx SID mengungkapkan kekecewaan terhadap Presiden Jokowi. Ia pun mengunggah foto Abu Bakar Baasyir yang cukup satir.

"Nice move @jokowi. Nice move... Nanti kalau anda menang pilpres lagi jangan lupa bangun kantor pusat FPI di Bali ya. Wowo anda sudutkan karena bela Ratna. Kalau bela teroris apa namanya pak?"

Ia juga mengungkapkan kekecewaan dengan meminta Jokowi membebaskan Habib Bahar bin Smith, dan memulangkan Habib Rizieq Shihab.
Oleh karenanya, Nurahman berharap polemik tentang status hukum Abu Bakar Baasyir segera dituntaskan.

"Bagi kami yang penting adalah keadilan tanpa bawa bawa kesan ideologi. Dalam kasus Abu Bakar Baasyir, biarlah pemerintah putuskan dan jangan kita permainkan orang tua apapun beliau ABB seolah sudah berharap dan batal kembali," pungkasnya.