Rocky Gerung Bakal Diperiksa, Fadli Zon: Bentuk Kriminalisasi Demokrasi

Oni
Rocky Gerung Bakal Diperiksa, Fadli Zon: Bentuk Kriminalisasi Demokrasi

Jakarta, HanTer - Pengamat politik yang juga Dosen UI Rocky Gerung bakal diperiksa petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangannya terkait dugaan penistaan agama.

Dalam surat bertanggal 28 Januari 2019 itu, Rocky Gerung diminta hadir pada Kamis, 31 Januari 2019 pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman 55, Jakarta Selatan.

Rocky Gerung akan diperiksa sebagai terlapor atas pernyataannya dalam program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) tanggal 10 April 2018 yang menyebutkan bahwa kitab suci adalah fiksi. 

Rocky Gerung kemudian dilaporkan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018 ke Bareskrim Polri. Kasusnya kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.  

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI yang juga politisi partai Gerindra, Fadli Zon dalam akun Twitternya menyebut jika panggilan yang dilakukan terhadap Rocky Gerung merupakan bentuk diskriminasi dan kriminalisasi demokrasi.

"Jelas pemeriksaan @rockygerung ini bentuk diskriminasi n kriminalisasi demokrasi. Kelihatannya elektabilitas petahana sdh benar2 mangkrak maka dicari jalan liar mengebiri demokrasi n menakut2i org2 kritis berakal sehat. #lawanrezimotoriter."