Ustaz Ba’asyir Dibebaskan, Aksi Teroris Bakal Meredup

Safari
Ustaz Ba’asyir Dibebaskan, Aksi Teroris Bakal Meredup
Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (tengah) didamping pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra

Jakarta, HanTer-- Pengamat Terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mengakui, pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (ABB) dari Lapas Gunungsindur, Bogor, Jawa Barat akan membuat aksi terorisme meredup. Alasannya, saat ini masa aksi teror terhadap masyarakat sudah habis. Apalagi saat ini bukan masanya lagi Ustaz ABB. Karena era -nya Ustaz ABB sudah selesai dengan semakin senjanya usia Ustadz ABB.

"Masa untuk Ustaz ABB sudah lewat. Beliau (ABB) hanya figur ulama pejuang. Bukan leaders dari kelompok tertentu yang beliau bisa menggerakkan dan mengorganisir," ujar Harits Abu Ulya kepada Harian Terbit, Minggu (20/1/2019).

Sebagai ulama pejuang, sambung Harits, maka pihaknya mengapresiasi atas pembebasan Ustaz ABB karena ustadz ABB kapasitasnya sebagai ulama adalah milik umat bukan milik kelompok tertentu. Oleh karenanya wajar jika dari beragam kalangan umat Islam bersukur atas bebasnya ustaz ABB. Apalagi saat ini usia Ustaz ABB juga sudah sepuh yakni 81 tahun.

Harits mengakui, pembebasan ustaz ABB akan munculnya pro-kontra. Apakah pembebasan Ustaz ABB terkait kepentingan politis atau murni karena hak Ustaz ABB dan faktor pertimbangan kemanusiaan.

Bahkan yang sangat kentara adalah adanya upaya intervensi pemerintah Australia, yang keberatan dengan upaya pemerintah Indonesia memberikan keringanan hukuman kepada ustad ABB.

Bahkan, lanjunya, Australia keberatan dengan wacana pembebasan atau pemulangan. Tidak heran, kabar pembebasan murni Ustaz ABB mendapatkan respons cepat dari Australia, ini tampak dari kritik tajam oleh berbagai media terkemuka di Australia.

‘’Dan sangat mungkin pemerintah Australia akan mengakomodir reaksi publik dengan mengambil langkah-langkah melalui saluran diplomatiknya untuk menekan pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Dalam kontek ini pemerintah Indonesia dihadapkan tantangan sebagai negara berdaulat tidak boleh tunduk dan membeo apa saja yang dikehendaki negara asing. Sikap tegas pemerintah Indonesia menjaga kedaulatan optimis akan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat Indonesia.

“Analisa saya, pemerintah mengambil keputusan membebaskan ustaz ABB secara murni tanpa sarat tidak hanya dikaji pada aspek legal hukum yang berlaku di Indonesia. Pasti juga sudah melalui kajian mendalam menyangkut aspek keamanan. Mengingat beliau adalah sosok sentral dalam pusaran isu terorisme di kawasan Pasifi,” ujarnya.

Paling tidak, pemerintah Indonesia melalui alat negara; semua unsur intelijen dan kepolisian akan bekerja memberi garansi menganulir kekawatiran publik bahwa tidak ada dampak terganggunya keamanan atau ancaman serius aksi terorisme sebab bebasnya ustaz ABB. Atau ada sistem dan mekanisme untuk membuat ustad ABB terputus dari semua anasir luar diri beliau yang berupaya menyeret-nyeret dan menjebak beliau pada plan terkait aksi terorisme.

Intelijen

Maka dalam konstalasi seperti sekarang, justru yang perlu di waspadai adalah kemungkinan operasi-operasi ilegal intelijen asing yang bekerja melalui jejaring mereka di Indonesia. Mereka bisa saja dengan bebasnya ustaz ABB di jadikan sebagai triger munculnya aksi-aksi terorisme by design intelijen asing. Targetnya memberikan mesagge (pesan) kepada publik untuk mendiskriditkan pemerintah Indonesia bahwa keputusan pembebasan ustaz ABB adalah salah atau target yang lebih besar lainnya.

Maka kita berharap tokoh-tokoh masyarakat khususnya umat Islam untuk bijak bersikap, sungguh perdebatan-perdebatan soal bebas murninya ustad ABB bisa menjadi pintu masuk intelijen asing bermain. Jangan sampai tanpa sadar menjadi proxy dari proyek asing yang dengan mudah mengacak-acak Indonesia melalui taktik pecah belah dan adu domba antar anak bangsa. Intelijen asing punya kekuatan untuk design lahirnya kontraksi sosial politik dalam skala luas di NKRI. Ini early warning untuk Indonesia berdaulat.

Pilpres 2019

Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan mengatakan, dibebaskannya Ustaz ABB untuk menjaga kondusivitas jelang Pilpres 2019 walaupun banyak yang masih ketakutan jika Ustaz ABB akan menyebarkan dan memberi doktrin radikal lagi. Namun ada hal positif dari pembebasan Ustaz ABB yakni jelang Pilpres 2019 yang dikhawatirkan jaringan radikal bakal beraksi dan kondisi ini bakal membuat keadaan tidak kondusif.

Namun, dengan dibebaskan Ustaz ABB maka ada perubahan positif, bahkan beberapa jemaah Ustaz ABB merasa bersyukur atas dibebaskannya Imam mereka. "Saat ini mereka tidak peduli apa alasan kenapa bebas tetapi yang terpenting adalah pimpinan mereka merasakan udara bebas daripada tinggal di penjara, apalagi dalam kondisi usia yang sudah sepuh dan kondisi fisiknya pun sakit-sakitan, akan lebih baik di luar daripada di penjara, jadi jemaah bisa lebih leluasa membesuk dan mendampinginya," kata Ken, Sabtu (19/1/2019) di Jakarta.

Di lain pihak, Ken Setiawan mengemukakan, banyak juga masyarakat yang juga menganggap keputusan ini kontradiksi, banyak yang masih ketakutan kalau Baasyir akan menyebarkan dan memberi doktrin radikal lagi. Terlepas dari isu kontroversi dibebaskannya Baasyir, Ken Setiawan punya harapan ke depan terkait hal ini. Baginya, Baasyir adalah salah satu tokoh yang punya pengaruh kuat. "Jadi, dengan kembalinya Ba’asyir berharap kembali juga pemikiran tentang doktrin Islam yang rahmatan lil alamin," ujarnya.

Artinya Ken juga berharap Baasyir dan jamaahnya bisa kembali berdakwah dengan perdamaian dan meninggalkan dakwah yang fundamental ekstremis, karena kesan radikal memang masih melekat pada diri Baasyir. Menurut Ken, dakwah sama halnya seperti kampanye. Yakni menyebarkan kebaikan agar orang tertarik dan mengikutinya.

"Kalau cara dakwah kita dengan cara menyalahkan orang lain, apalagi sampai dalam tahap mengkafirkan orang lain, bagaimana kita akan diterima di masyarakat," katanya.