Golkar Berikan Pendidikan Politik Bagi Kader dan Masyarakat

Safari
Golkar Berikan Pendidikan Politik Bagi Kader dan Masyarakat

Makassar, HanTer - Partai Golkar memberikan Pendidikan Politik bagi kader dan masyarakat di Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (17/12/2018) lalu. Kegiatan yang diikuti 100 peserta ini mengangkat tema "Pemantapan Ideologi Kebangsaan dan Kepartaian".

Fungsionaris Partai Golkar Hakim Kamaruddin, mengatakan kegiatan pemilu hanya menjadi salah satu dari sekian banyak contoh kegiatan pendidikan politik yang sering kali diikuti oleh sebagian kader partai maupun dari kalangan masyarakat.

"Mereka menggunakan hak pilihnya untuk memilih seorang wakil rakyat maupun presiden secara bebas dan bertanggung jawab. Dengan demikian, sangat diperlukan untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat secara umum," ujar Hakim Kamaruddin yang juga Wasekjend Korbid Kelembagaan DPP Partai Golkar.

Menurutnya, tujuan pendidikan politik ini sebagai pembelajaran dan pemahaman bagi para kader Partai Golkar dan masyarakat pada umumnya. Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini Tokoh Masyarakat Thamran dan Syarifuddin.

"Sejauh mana pemahaman pemilih dalam menentukan pilihannya, sebab mereka akan ikut menentukan kualitas politisi yang akan menduduki kursi di legislatif nanti," jelas Caleg DPR RI Dapil 1 Sulsel ini.

"Mengharapkan pemilih yang tertera di Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk seluruhnya datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya, rasanya itu sulit tercapai, namun setidaknya pada pemilu kali ini ada peningkatan kualitas di antara tiga elemen tadi dibanding pada pemilu sebelumnya, tentunya memihak kepada rakyat sebagai Pemilih yang cerdas," ungkap Syarifuddin, saat memaparkan materi di hadapan peserta.

Sementara itu Thamran mengatkan, cara pandang ideologi dapat dilihat dari sisi partai yang sesungguhnya. "Kita dapat melihat partai yang memiliki dasar pragmatis dengan partai yang masih memiliki dasar ideologis. Partai berbasis massa, partai jelmaan shadow entity, dan partai berideologi Liberal merupakan partai yang pada dasarnya pragmatis. Sedangkan partai berideologi Marhenisme dan partai Islam merupakan partai yang memiliki dasar ideologis," jelasnya.