Kepolisian Singapura Bantah Dampingi Penyidik Polda Bali

Safari
Kepolisian Singapura Bantah Dampingi Penyidik Polda Bali
Ilustrasi Singapore Police Force (SPF)

Jakarta, HanTer -- Singapore Police Force (SPF) atau Polisi Singapura angkat bicara mengenai pernyataan Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky yang mengklaim anggota Polda Bali didampingi Kepolisian Singapura saat melakukan upaya penjemputan paksa pengusaha Hartono Karjadi.

Melalui laman resmi akun Facebook Kedutaan Besar Singapura @SingaporeEmbassyJkt pada Senin (14/1/2019) diungkapkan bahwa SPF membantah telah menemani penyidik Polda Bali saat menemui Hartono Karjadi pada kurun waktu Oktober 2018 di RS Mount Elizabeth Singapura. Laman resmi itu juga menyebutkan bahwa SPF tidak pernah diminta untuk memfasilitasi permintaan Polri maupun Polda Bali terkait personilnya yang datang ke Singapura.

"SPF sama sekali tidak diinformasikan adanya tim penyidik Polda Bali yang ingin bertemu Hartono Karjadi di Singapura," tulis keterangan di Laman Resmi Kedubes Singapura pada Senin (14/1/2019).

Menurut SPF, akibat adanya tim penyidik Polda Bali yang datang ke Singapura untuk menjemput paksa Hartono Karjadi, Kepolisian Singapura mendapatkan sebuah laporan untuk memproses dan melakukan investigasi terhadap dua penyidik Polda Bali yang tidak memiliki izin penangkapan itu.

"SPF akan serius menindaklanjuti semua laporan penegakan hukum yang dilakukan secara ilegal atau tanpa melapor terlebih dulu kepada otoritas Singapura," katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaya membenarkan ada penyidik dari Polda Bali yang diberangkatkan ke Singapura. Namun bukan untuk menangkap Hartono Karjadi, melainkan hanya untuk melakukan pengecekan apakah Hartono benar tengah menjalani perawatan intensif di RS Mount Elizabeth Singapura.

Hengky juga mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Singapura agar mendampingi dua anggota Polda Bali saat melakukan pengecekan itu.

"Tidak ada upaya penangkapan di sana. Kami hanya cek kebenarannya saja. Apakah tersangka betul-betul sakit di sana," ujarnya.

Seperti diketahui, Hartono Karjadi menjadi tersangka di Ditreskrimsus Polda Bali sebagai tindak lanjut dari laporan polisi yang dibuat oleh pengusaha Tomy Winata melalui kuasa hukumnya, Dezrizal Chaniago. Hartono Karjadi dilaporkan terkait perkara dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik gadai saham PT Griya Wijaya Prestige (GWP).

Boyamin Saiman, kuasa hukum Hartono Karjadi, sebelumnya menegaskan kliennya memang benar menjalani perawatan di Singapura. "Hartono pengusaha biasa, tidak terlibat kasus korupsi. Kok dikejar-kejar sampai ke Singapura, padahal koruptor saja nggak sampai dikejar-kejar," katanya.