Pengurus ILUNI Protes, Massa Bukan Alumni UI Dukung Jokowi-Ma’ruf

Sammy/Danial
Pengurus ILUNI Protes, Massa Bukan Alumni UI Dukung Jokowi-Ma’ruf

Jakarta, HanTer - Kontroversi merebak pasca adanya dukungan yang baru-baru ini dideklarasikan alumni Universitas Indonesia (UI) kepada calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)--Ma'ruf Amin. Mulai dari tudingan penggunaan 'stuntman' atau pemeran pengganti dalam deklarasi dukungan, hingga klaim dukungan yang dilakukan secara sepihak oleh pihak-pihak tertentu.

Politikus Partai Gerindra pendukung capres Prabowo Subianto, Andre Rosiade menyebut alumni UI yang mendukung Jokowi cuma 'stuntman' alias bukan alumni UI sungguhan. Ia menyampaikan kembali video unggahan akun instagram milik @suryoprabowo2011.

Dalam video itu terlihat gambar ibu-ibu duduk di pinggir jalan, mengenakan kaus kuning bertuliskan 'We Are Alumni UI for Jokowi'. Namun saat ditanya oleh si perekam, ibu-ibu itu mengiyakan bahwa mereka berasal dari relawan Projo, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

"Ini menjelaskan, ternyata demi pencitraan banyaknya massa, acara dukungan Alumni UI itu banyak yang ‘stuntman’. Ternyata yang berbaju alumni UI itu didatangkan dari Cibitung oleh Projo, bukan alumni UI sebenarnya," kata Andre.

Peserta deklarasi tidak semua alumni UI, seperti pengakuan Mutmainnah yang diberi uang dan makanan untuk hadir dalam acara ini. “Ada uangnya Rp 100 ribu, makanan dan transportasi gratis lagi,” katanya.

Mutmainnah mengaku mengajak beberapa tetangga dan saudara untuk hadir dalam acara ini. “Saya bawa lima tetangga dan dua saudara, ada rezeqi ya dikasih tahu biar merasakan semua,” ujarnya polos.

Lebih lanjut Andre Rosiade yang merupakan juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi ini menilai, penggunaan stuntman alias pemeran pengganti dalam acara deklarasi dukungan ini seakan menunjukkan bahwa Jokowi telah kehilangan daya tarik.

"Patut diduga mereka adalah pemeran pengganti atau stuntman yang berpakaian baju Alumni UI. Dulu masyarakat berbondong-bondong, sekarang diindikasikan butuh pengerahan massa agar peserta acaranya penuh," ujarnya.

Untuk diketahui, acara deklarasi dukungan itu digelar di plaza tenggara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). Acara dihadiri langsung oleh Jokowi. Massa mengenakan atribut almamater masing-masing. Alumni UI mengenakan kaus berwarna kuning.

Iluni Protes

Adanya dukungan tersebut menuai protes dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Bahkan, Iluni UI melayangkan somasi kepada pihak yang mengatasnamakan Iluni UI dalam membuat undangan deklarasi untuk mendukung salah satu pasang calon presiden dan wakil presiden. Ia menegaskan, secara kelembagaan, Iluni UI tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.

"Perlu ditegaskan oleh Iluni UI bahwa secara kelembagaan tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam politik praktis yang dalam hal ini sejalan dengan dengan prinsip yang juga dianut oleh UI," ujar Ketua Umum Iluni UI, Arief Budhy Hardono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Kendati begitu, lanjut dia, sangat disayangkan jika masih adanya pihak-pihak yang berusaha menyeret Iluni UI ke dalam politik praktis. Hal itu, terbukti dengan beredarnya undangan deklarasi yang menempatkan Iluni UI seakan-akan selaku pengundang.

"Padahal hal ini jelas tidak benar termasuk penggunaan foto dan nama pengurus Iluni UI," jelas dia.

Beredarnya undangan tersebut, kata dia, tidak dapat dipungkiri telah meresahkan alumni UI. Karena itu, pengurus Iluni UI perlu untuk menegaskan posisinya dan langkah-langkah konstitusional yang akan diambil.

Arief melanjutkan, demi menjaga netralitas Iluni UI dalam hal politik praktis dan dalam rangka penegakan hukum, maka Iluni UI mensomasi pihak-pihak yang telah membuat dan mengedarkan undangan tersebut.

"Somasi untuk menghentikan, menarik dan/atau membekukan peredaran undangan tersebut dan meminta maaf kepada Iluni UI melalui pengurus," kata dia.

Arief menuturkan, Iluni UI memberikan waktu tiga hari sejak 12 Desember 2018 bagi pihak tersomasi untuk menindaklanjuti somasi itu. Jika somasi tersebut tidak diindahkan dalam jangka waktu itu, maka tidak menutup kemungkinan pengurus Iluni UI akan melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

Disisi lain, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, dukungan sejumlah alumni perguruan tinggi negeri dan swasta bukti apresiasi kalangan pendidik sekaligus terdidik atas capaian kinerja Pak Jokowi. Pak Jokowi dalam menjalankan pemerintahannya tidak cuma Kerja, tapi juga berpikir.

Karding mengatakan, dukungan dari alumni perguruan tinggi akan menambahkan kantong-kantong suara. 

Bukan Abal-abal

Anggota DPR RI Arsul Sani mengatakan orang-orang yang mengatakan peserta alumni Universitas Indonesia (UI), yang melakukan kegiatan dukungan terhadap Jokowi - Ma'ruf adalah alumni abal-abal, itu ngawur.

"Sebaiknya yang ngomong abal-abal itu bicara hal-hal baik saja, jangan ngawur dan ngelantur. Saya ini bukan hanya bagian dari Tim Pemenangan Jokowi dan Kyai Ma'ruf, saya alumni Universitas Indonesia tahun 1987," ujar Arsul kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Arsul kemudian balik bertanya, "Itu (mereka) yang bicara abal-abal pernah tidak? Kuliah di UI? Jangan-jangan mereka tidak pernah kuliah di UI, mungkin ada yang pernah kuliah di UI tapi tidak lulus," pungkasnya.