Prabowo VS Jokowi: Indonesia Bubar Atau Tidak?

Safari
Prabowo VS Jokowi: Indonesia Bubar Atau Tidak?

Jakarta, HanTer - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia tidak akan pernah bubar. Pernyataan Jokowi ini seakan mengarah kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan punah seumpama dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno kalah dalam pemilihan presiden 2019.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan, pernyataan Prabowo dan Jokowi  tersebut harus dimaknai positif. Bubar atau tidak bubar negara bukan hanya karena capres dan cawapresnya. Tapi jika rakyatnya sudah tidak peduli lagi akan nasib bangsanya.

Ujang melanjutkan, jika dimaknai positif maka ada benarnya dengan pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia bisa punah.  Apalagi saat ini utang luar negeri Indonesia sudah membengkak yakni mencapai Rp5.227 triliun. Sehingga setiap bayi yang baru lahir menanggung utang Rp16 juta, 

"Jika dimaknai positif ada benarnya (pernyataan Prabowo Indonesia punah). Punah itu bisa saja terkait soal utang. Tapi itu pun jika utangnya membumbung dan tidak bisa dikendalikan," jelas Ujang kepada Harian Terbit, Minggu  (13/1/2019).

Dia menuturkan, Yunani menjadi negara bangkrut juga karena terkait utang. Yunani menjadi negara di dunia yang tidak bisa membayar utangnya sehingga menjadi negara bangkrut atau  negara gagal bayar.  Namun, jika utangnya masih bisa dikendalikan maka Indonesia masih aman dari kepunahan. Sehingga kekhawatiran Indonesia bakal punah seperti yang disampaikan Prabowo tidak akan terbukti. "Jika hutangnya masih bisa dikendalikan maka masih aman," tegasnya.

Menurutnya, pada dasarnya pernyataan Prabowo adalah sebagai warning (peringatan) kepada pemerintahan Jokowi. Apalagi saat kampanye di Pilpres 2014, Jokowi berjanji tidak akan berhutang, tapi nyatanya dalam 4 tahun kepemimpinannya malah berhutang yang jumlahnya juga sangat fantastis. Tapi, di balik pernyataan Prabowo juga ingin menyemangati tim dan pendukungnya. Apalagi saat ini Prabowo juga maju sebagai capres dalam Pilpres 2019.

"Jadi Prabowo ingin mengatakan pilih saya di 17 April 2019, jika tidak negara tidak akan berubah," paparnya.

Peringatan

Sementara itu, Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi mengatakan, apa yang disampaikan oleh Prabowo bahwa Indonesia akan punah adalah sinyal atau semacam alarm. Hal itu disampaikan Prabowo agar semua komponen bangsa dan anak-anak bangsa dapat mengantisipasipasinya. Apalagi selama ini jiwa nasionalisme dan kecintaan Prabowo terhadap Indonesia sangat tinggi. 

"Dengan warning itu maka segala potensi ancaman dan ancaman nyata atas bangsa ini dapat diidentifikasi secara jelas dan tepat agar dapat di cermati dengan benar," ujarnya.

Muslim menuturkan, warning yang disampaikan Prabowo juga agar komponen bangsa dapat memberikan solusi yang tepat jika menghadapi masalah. Karena ancaman yang disampaikan Prabowo akan terbukti jika semua komponen bangsa tidak waspada. Oleh karenanya jika ada pihak yang menggoreng atas pernyataan Prabowo maka patut dicurigai bahwa bisa saja bagian dari potensi ancaman yang disampaikan Prabowo.

"Jangan-jangan mereka yang menggoreng pernyataan Prabowo adalah bagian dari potensi ancaman itu," paparnya.

Muslim menuturkan, boleh saja euforia dalam konstetasi hadapi Pilpres dan setiap orang punya pilihan sesuai hak politiknya. Tapi jangan mencemooh atau membully pikiran-pikiran yang strategis soal nasib bangsa ini ke depan. Oleh karenanya hentikan mencemooh atas peringatan yang disampaikan Prabowo atas kondisi bangsa ini.

Tidak Bubar

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan pernah bubar. Jokowi juga  merasa jengkel saat mendengar narasi-narasi Indonesia akan bubar yang dikeluarkan oleh elit-elit politik khususnya oposisi di masa kampanye Pilpres ini. Jokowi juga sangat jengkel jika dirinya juga sering diserang dengan isu-isu PKI maupun antek asing.

Seperti diketahui Prabowo menyebut Indonesia akan punah seumpama dirinya dan calon wakil presiden Sandiaga Uno kalah dalam pemilihan presiden 2019. Ramalan ini disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pekan lalu. 

Prabowo mengatakan dia merasakan adanya getaran besar dari masyarakat yang menginginkan perubahan dan perbaikan. Prabowo menyebut rakyat juga menginginkan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Sementara itu, kata Prabowo, elite Indonesia selalu mengecewakan dan gagal menjalankan amanah rakyat. "Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," kata Prabowo.