BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Dua Pegawai Kemenpar

Arbi
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Dua Pegawai Kemenpar
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi saat memberikan sosialisasi manfaat program JKK dan JKM kepada pegawai Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (10/1)

Jakarta, HanTer – Meninggal dunia karena sakit, dua ahli waris pegawai Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek. Santunan yang diberikan masing-masing Rp24 juta.

Pemberian santunan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi dan Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara kepada ahli waris Almarhumah Henny Rosyana dan Rinda Dinamita Nasution di Gedung Sapta Pesona Kemenpar Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Menara Jamsostek, Agoes Masrawi merinci santunan tersebut terdiri dari santunan kematian Rp16.200.000, biaya pemakaman Rp3.000.000 dan satunan berkala Rp4.800.000.

“Santunan ini merupakan bentuk tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya. Semoga santunan ini bisa bermanfaat untuk membantu kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan,” kata Agoes dalam kesempatan tersebut.

Sebagai informasi, Agus mengatakan, kedua pegawai Kemenpar ini merupakan ASN yang melakukan top up perlindungan jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun, para ASN sudah mendapatkan asuransi di lembaga lainnya.

Selain itu, Kemenpar menjadi salah satu kementerian pioneer yang karena hingga saat ini sebanyak 62 persen pegawainya mengikuti top up dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm) di BPJS Ketenagakerjaan.

“Kemenpar ini kementerian pertama yang konsisten meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Kalau (kementerian) yang lain banyak yang ragu, padahal iurannya murah tidak sampai Rp20 ribu, sementara manfaatnya luar biasa,” ucap dia.

Manfaat yang dimaksud Agoes misalnya apabila peserta mengalami kecelakaan akibat kerja bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit-rumah sakit besar tanpa batasan biaya. Selain itu, apabila kecelakaan kerja tersebut menyebabkan kecelakaan, pihaknya juga memiliki program return to work (RTRW) yang melakukan pelatihan keterampilan kepada pekerja hingga bisa kembali bekerja.

“Semua pelayanan tanpa batasan biaya, alias unlimited. RS besar yang sudah bekerja sama dengan kita misalnya Siloam, Medistra, RS Mayapada, RS MMC, dan banyak lagi,” tuturnya.

Melati Ratimanjari, Kepala bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek dalam kesempatan tersebut juga turut mensosialisasikan berbagai manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan lainnya kepada para pegawai Kemenpar.