Masyarakat Kesulitan Mendapati Pelayanan 

BPJS Kesehatan Sumber Kekhawatiran di Masyarakat

Harian Terbit/Safari
BPJS Kesehatan Sumber Kekhawatiran di Masyarakat
Sandiaga Salahuddin Uno

Jakarta, HanTer - Calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sekarang menjadi salah satu sumber kekhawatiran di masyarakat.

"Salah satu yang akan diperjuangkan oleh Prabowo-Sandi adalah bagaimana agar BPJS Kesehatan yang sekarang tidak lagi menjadi salah satu kekhawatiran di masyarakat," kata Sandiaga di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2019).

Dijelaskannya bahwa jaminan kesehatan nasional yang diamanatkan undang - undang bisa dikelola dengan profesional dan tentunya memastikan tersedianya layanan masyarakat berkesinambungan. 

"Kami sampaikan bahwa di bawah (kepemimpinan) Prabowo-Sandi, fokus kita adalah menghitung secara rinci sesuai dengan undang - undang dan memastikan sistem ini berjalan," kata Sandiaga. 
Defisit 

Selain itu, kata Sandiaga, diharapkan BPJS itu tidak kekurangan pendanaan, tidak defisit dan tugas pemerintah harus memastikan BPJS memilki sumber dana yang cukup untuk terus memberikan layanan masyarakat dan tidak perlu takut kepada rumah sakit provider yang akhirnya bisa berdampak negatif kepada pelayanan kesehatan.

"Sekarang sudah menjadi kekhawatiran masyarakat, karena beberapa kasus yang sudah saya dengar langsung dari masyarakat, mereka mengalami kesulitan mendapati pelayanan kesehatan seperti di Kalimantan Timur, Samarinda, dan beberapa daerah di Jateng," kata mantan Wagub DKI ini.

"Kalau misalnya kita kelola lagi dengan betul - betul profesional dihitung dengan baik. Kami yakin kartel kesehatan yang dikhawatirkan itu bisa terhindari," kata Sandiaga.

Sandiaga juga menambahkan, layanan kesehatan yang diharapkan tersebut memberikan satu rasa keadilan, sehingga semua provider mendapatkan kesempatan berpartisipasi di sektor kesehatan dan masyarakat terlayani sesuai dengan amanat undang - undang. 

96,8 Juta

Pemerintah menambah kuota penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2019 menjadi 96,8 juta dari 92,4 juta jiwa. "Ada penambahan sebanyak 4,4 juta jiwa dari tahun-tahun sebelumnya (2016-2018). Ini merupakan kabar baik, diharapkan melalui penambahan kuota PBI ini akan mempercepat terwujudnya cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC)," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.