Polisi Masih Menyelidiki Teror Bom ke KPK, Termasuk Ciri-ciri Pelaku

Danial
Polisi Masih Menyelidiki Teror Bom ke KPK, Termasuk Ciri-ciri Pelaku
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Jakarta, HanTer - Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait bom rakitan yang dilemparkan seseorang ke rumah seseorang ke rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarief di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan penyelidikan masih terus dilakukan.

"Iya masih penyelidikan ya. Ciri-ciri masih sementara didalami, jadi saat ini belum ada (info) ciri-ciri pelaku," ujar Argo saat dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Saat ditanyakan, sudah sejauh mana penyelidikan? "Ini masih penyelidikan ya, tim sudah bergerak di lapangan," sambungnya.

Sebelumnya Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memutar video CCTV yang merekam teror bom di rumah salah satu penyidik KPK, Afief Yulian Miftah.

Video itu diputar untuk menunjukkan kemiripan pola teror yang dialami Afief dengan yang dialami Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif.

"Teror ke bang Afief pakai bom dan di rumah Pak Agus juga bom," ujar Ketua WP KPK, Yudi Purnomo di kantornya, Rabu (9/1/2019).

WP memutar 3 video CCTV. Ketiganya merekam jalan, gerbang dan halaman rumah Afief di Jakamulya, Bekasi dari tiga sudut pandang berbeda dimana rekaman tersebut tanggal 5 Juli 2015 sekitar pukul 21.20 WIB.

Video berdurasi sekitar 30 detik itu, awalnya jalan di depan rumah Afief sepi. Hanya terparkir mobil sedan hitam di seberang rumah. Beberapa detik kemudian, dua pria berjalan melewati depan rumah Afief.

Satu orang berbaju hitam, satu lagi berbaju warna cerah membawa bungkusan di tangan kanan. Wajah mereka terekam cukup jelas.

Awalnya mereka terlihat hanya melintas melewati gerbang. Tak berapa lama, mereka berbalik arah menuju depan gerbang rumah Afief. Si baju hitam celingak-celinguk mengawasi keadaan di luar rumah.

Sementara pria berbaju cerah berjalan mendekati gerbang. Dia berjinjit di dekat gerbang melihat ke bagian dalam halaman rumah Afief, kemudian menaruh bungkusan yang dia bawa di dekat gerbang. Setelah itu, mereka pergi ke arah mereka datang. Belakangan diketahui bungkusan itu adalah bom.

Selain memperlihatkan video, WP KPK juga memperlihatkan foto mobil Honda Freed abu-abu dengan cat melepuh di bagian kap mobil. Menurut Yudi, itu adalah kondisi mobil Afief seusai disiram air keras.

Untuk diketahui sebelum kejadian teror ke penyidik KPK itu, ban mobil Afief ditusuk seseorang. Malamnya, rumah Afief dilempari telur yang saat itu Afief tengah menangani sejumlah kasus besar. Di antaranya kasus rekening gendut perwira polisi, yang sempat membuat hubungan KPK dan Polri meruncing.

Seperti diketahui Afief adalah penyidik KPK dari unsur kepolisian dengan pangkat Kompol, sama seperti Novel Baswedan saat pertama kali bekerja di KPK.

Afif ketika diteror, saat itu menjabat ketua satuan tugas yang dibentuk KPK untuk mengusut kasus yang hingga saat ini belum jelas kepastian hukumnya.