1000 Titik Kunjungan Selama Kampanye

Sandiaga Dengar Keluhan Biaya Hidup Semakin Sulit 

Harian Terbit/Sammy
Sandiaga Dengar Keluhan Biaya Hidup Semakin Sulit 
Cawapres Sandiaga Uno

Jakarta, HanTerr -- Setatus hari menjelang hari coblosan 17 April 2019 Cawapres nomor urut 02 Sandiaga uno syukuran titik ke-1000 sosialisasi di seluruh Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Jalan HOS. Cokroaminoto Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019) malam.

Syukuran dihadiri tokoh ulama dan para habaib. Di antaranya, Ketua Seknas Prabowo-Sandi Muhamad Taufik, Walid Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dan Habib Hud bin Muhammad Bagir Al-Attas. Acara dimulai dengan doa bersama, Sholat Maghrib berjamaah dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua Seknas, M Taufik mengungkapkan, ini merupakan hari bersejarah dan penuh makna karena Sandiaga telah mencapai 1.000 titik kunjungan selama kampanye. Maka dari itu Seknas Prabowo-Sandi menyelenggarakan syukuran dan do’a bersama atas apa yang telah dicapai.

"Malam hari ini penuh dengan keberkahan. Kami, sangat mensyukuri telah terjadi gerakan 1000 titik yang dilakukan pak Sandi. Mudah-mudahan ke depan makin solid dan 17 April Pak Prabowo dan Bang Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024," kata Taufik dalam sambutannya.

Keluhan Rakyat

Sementara itu, sejak turun menyerap aspirasi masyarakat pada bulan Agustus 2018, Sandiaga mengaku telah mendapat banyak keluhan yang disampaikan masyarakat kepadanya. Sandiaga juga mendapatkan sinyal kekhawatiran dari masyarakat akan biaya hidup yang semakin sulit. Untuk itu, masyarakat banyak menitipkan harapan agar memperbaiki kondisi bangsa kedepannya.

Dia menjelaskan, sejak 11 Agustus 2018 sampai 7 Januari 2019 telah mengunjungi 77 kabupaten, 47 kota, 27 provinsi, 77 pasar, dan 102 pondok pesantren. Jadi, total KM udara, laut, dan darat 107.237,3 km. Bahkan, sejak Agustus sampai sekarang menangkap aspirasi masyarakat, membingkai mozaik indonesia, menangkap harapan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik, harapan masyarakat untuk perubahan kesejahteraan ekonomi mereka. 

"Terutama mengenai penghasilan, lapangan kerja, dan biaya hidup yang selalu menjadi kekhawatiran mereka," kata pria yang akrab disapa Sandi ini.

Mantan Wagub DKI itu menegaskan, selama keliling 1.000 titik sebagai perjalanan spiritual, di mana diniatkan ibadah untuk memperbaiki bangsa. Melalui perjalanan melalui darat, laut dan udara dan menemukan banyak sumber daya yang dapat digunakan untuk kemajuan bangsa.

"Ada 83 kali perjalanan dan ini kalau dibilang sea land and air, melewati laut darat udara. Negeri kita sangat kaya raya, luar biasa kaya rayanya. Tanahnya subur, SDA melimpah, SDM hebat-hebat, pinter-pinter, sudah saatnya kita realisasikan dengan kebijakan yang dihadirkan oleh pemerintahan yang kuat, kepemimpinan yang tegas, dan juga berpihak kepada rakyat," jelasnya.

Berpeluang Besar

Pengamat Politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, peluang pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno lebih besar untuk menarik massa tengah atau massa yang belum menentukan pilihannya. Ray Rangkuti pun melirik peran Sandiaga.

"Potensi dari Prabowo-Sandi lebih banyak peluang menarik massa. Kalau dilihat yang sektor tengah, ingin pemilih milenial, kelompok kelas menengah, terdidik yang di mana figurnya Sandiaga bisa masuk ke sini," kata Ray di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Menurut Ray, Sandiaga bisa mengambil hati pemilih milenial lantaran Wakil Gubernur DKI Jakarta itu tidak memiliki kecenderungan ataupun tokoh keagamaan.  Sementara pasangan capres dan cawapres  Joko Widodo, Ma'aruf Amin tidak memiliki daya tarik di kalangan massa tengah.

"Jadi yang bisa dilakukan Pak Ma'aruf ya mengkonsolidasi saja orang-orang yang sudah menentukan pilihannya dari awal," kata Ray.

Bahkan, hadirnya Ma'aruf Amin  juga menimbulkan risiko massa tengah akan menunda pilihan politiknya dari yang semula cenderung memilih Jokowi.  "Pak Prabowo punya potensi mendulang suara. Selama ini kan problemnya Pak Prabowo bagaimana menarik kelompok tengah. Problemnya Pak Jokowi sebenarnya bukan kelompok tengah, tapi dengan Pak Ma'aruf hadir, yang tadinya 60 persen ke Pak Jokowi, bisa jadi menunda," jelas Ray.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, sempat mengatakan, posisi Sandiaga Uno saat ini terdepan di antara capres-cawapres 2019.

Yunarto Wijaya menyampaikannya di akun Twittenya, @yunartowijaya, Rabu (17/10/2018) lalu.