Terkait Panelis Debat, Fahri Hamzah Kritik Pedas KPU

Danial
Terkait Panelis Debat, Fahri Hamzah Kritik Pedas KPU
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Jakarta, HanTer - Jelang debat kandidat calon presiden dan wakil presiden, berbagai polemik beredar seputar panelis debat.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, mengkritisi Komisi Pemilihan Umum yang mencoret dua nama panelis. Menurut Fahri, kalau memilih panelis 'di ujung' maka perannya akan diragukan.

"Kan begini, KPU karena milih panelisnya di ujung, akhirnya panelis kan diragukan oleh sini, diragukan oleh situ, dan akhirnya dia takut. Maka dibocorin saja sekaligus (pertanyaannya) dalam debat," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta Senin (7/1/2019).

Politisi PKS ini menduga, nantinya peran panelis hilang karena hanya akan bilang 'waktu habis'. Panelis pun harusnya diambil dari kampus dan terlegitimasi.

Selain itu menurut Fahri, persoalan untung rugi dalam perdebatan itu belum tentu arahnya. "Kalau capresnya itu jago, orang jago pun dia bisa kalah kan? Nggak usah takut. Terus takut itu pesanan siapa? Kan jadi jelek dong," ujarnya.

Fahri menambahkan, panelis saat ini dipilih saat 'di ujung' momen debat. Masyarakat pun tidak tahu apa dasarnya panelis tersebut dipilih.

Lanjut Fahri, seyogyanya panelis itu digodok dari awal. "Ngapain saja KPU sudah 4-5 tahun ini? Kan harusnya begitu SK keluar, dia langsung kerja. Siapin, UU-nya, sudah ada kok. UU kan 2017, harusnya begitu ada UU langsung mulai kerja," bebernya.

KPU masih kata Fahri, tak mempersiapkan panelis debat sejak awal. Akibatnya KPU terkesan memilih sembarangan saja dan ini menjadi kontroversi.

"Akhirnya peran panelis dihilangkan, jadilah ini nanti kayak cerdas cermat. Kalau di kampung saya cerdas tangkas. Sejak SMP saya sudah cerdas tangkas. Masa mau jadi presiden cerdas tangkas lagi" pungkas Fahri.