Apa Kabar Kasus Penyiraman Air Keras ke Wajah Novel Baswedan

Danial
Apa Kabar Kasus Penyiraman Air Keras ke Wajah Novel Baswedan
Aksi menuntut kasus kekerasan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan diusut tuntas

Jakarta, HanTer - Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh pihak kepolisian, ibarat dalam peribahasa; habis pati ampas dibuang.

Namun Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kasus ini masih diusut, dan penyidik masih terus bekerja mengusut.

Dedi menjelaskan dalam hal ini kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan ditangani Polda Metro Jaya.

"Itu cukup ditangani Polda Metro Jaya, silahkan tanya (perkembangan) kasus itu ya," ujar Dedi saat dihubungi Harian Terbit di Jakarta, Minggu (6/1/2018).

Dalam hal ini, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengatakan, pengusutan kasus memang berbeda-beda.

"Memang kami sadari tidak semua kasus itu mudah dan mempunyai spesifikasi pengungkapan yang berbeda-beda itu sudah kami alami," ujar Idham.

Dijelaskannya tidak hanya kasus Novel Baswedan yang belum menemui titik terang benderang, hingga pelaku utama ditangkap.

Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri ini menerangkan, seperti misalnya kasus pelemparan bom molotov di depan Kedutaan Besar Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/10/2017), serta kasus pembunuhan Aksyena di danau Kenanga Universitas Indonesia, juga belum ditemukan pelakunya lantaran terbentur sejumlah kendala yang rumit.

"Saya ingin menyampaikam kepada teman-teman. Kasus bom molotov di Kedubes Myanmar, sampai hari ini juga kita bekerja terus. Saya bentuk tim (kasus penyiraman Novel), tapi sama sekali belum ada gambaran karena kebetulan CCTV-nya buram," pungkas Idham.

Sementara itu anggota DPR RI T. Taufiqulhadi mengungkapkan secara tegas. "Dalam konteks kasus ini, polisi tidak menghendaki dibentuknya tim gabungan pencarian fakta dan akan diselesaikan sendiri. Kami harap polisi bisa bekerja maksimal, kami selalu percaya maksud baik pihak kepolisian dalam hal ini sebagai lembaga penegak hukum," ujar anggota DPR RI Komisi III ini kepada Harian Terbit di Jakarta kemarin.

Seperti ramai pemberitaan sebelumnya, kasus Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal usai salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 003/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi Selasa (11/4/2017).

Saat perjalanan pulang ke rumah, dua orang laki-laki yang berboncengan motor menyiramkan air keras ke arah wajah Novel. Penyiraman itu berakibat, mata kiri Novel Baswedan rusak sehingga mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu harus menjalani operasi mata dan rawat inap di Singapura.