Ferry Sarankan PSI Belajar Cara Berpolitik yang Baik

Sammy
Ferry Sarankan PSI Belajar Cara Berpolitik yang Baik
Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, mengatakan, sebaiknya PSI belajar cara berpolitik dan mengemukakan pendapat yang baik. PSI juga harus betul-betul belajar dan bekerja keras supaya bisa memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen untuk mendapat kursi di Senayan.

"Takutnya ngomong kegedean nanti enggak lolos PT, nanti yang lebih malu mereka sendiri," kata Ferry di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019).

Ferry pun enggan menanggapi lebih jauh soal pemberian award PSI kepada tiga orang di kubu Prabowo-Sandi. "Ya terserah dia aja lah," demikian Ferry.

Sebelumnya, PSI sempat memberikan penghargaan Kebohongan Award kepada tiga nama kubu Badan Pemenangan Nasional (BPN) atas pernyataan bohong yang dilontarkan ke publik dan membuat geger masyarakat Indonesia.

Mereka yang diberikan penghargaan oleh PSI ialah Pasangan Capres dan Cawapres 01 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, serta Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief.

"Baru saja awal tahun 2019 tetapi kita sudh diserang oleh tsunami hoax, tsunami fitnah dan dalam konteks itu DPP PSI merasa perlu untuk memberikan kebohongan award kepada tiga orang produser hoax di negeri ini," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni di DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Sensasi

Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, pemberian penghargaan kepada tiga orang di kubu Prabowo-Sandi, karena dinilai melontarkan kebohongan, merupakan cara PSI mencari sensasi belaka. Menurutnya, sensasi itu dibutuhkan mengingat rendahnya popularitas PSI saat ini.

"Ya mau cari sensasi, agar populer," kata Andre di Jakarta, Minggu (6/1/2019).

Selain itu menurut Andre, award yang diberikan PSI itu bertujuan untuk memecah belah konsentrasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang sedang fokus pada masalah ekonomi di Pemilu Presiden.

"Kita tahu kan ekonomi kita sedang masalah, Prabowo Sandi hadir membawa visi- misi dan program perubahan ekonomi, mereka khawatir jadi maksudnya mau memecah fokus kita," katanya.

Andre meminta apa yang dilakukan PSI tersebut tidak perlu ditanggapi. Menurutnya PSI sekarang ini tidak memiliki pengaruh apapun, karena partai baru yang elektabilitasnya sangat kecil. "Engga usah ditanggapi terlalu serius lah, cari-cari sensasi itu tujuannya," pungkas Andre.

Timbulkan Masalah

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai langkah PSI itu adalah cara mereka mencari perhatian dan meningkatkan popularitasnya.

"Ya kan PSI lagi tahap cari perhatian untuk meningkatkan popularitas. Tapi ya caranya lucu gitu," ujar Hendri di Jakarta, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, setiap orang atau tiap partai bebas dan boleh memberikan penghargaan kepada siapa pun. Namun, Hendri menilai adanya efek yang ditimbulkan dari langkah yang dilakukan PSI.

Menurut dia, apa yang dilakukan PSI bisa saja menimbulkan masalah lain. "Tapi kan efeknya mendidik atau tidak, itu dia kan. Kalau partai politik kan harusnya ada edukasi politik ke masyarakat. Apakah ini nantinya tidak meng-create problem lainnya, misalnya perbuatan yang tidak menyenangkan atau apalah gitu," sambungnya.