Rizal Ramli: Praktik Neoliberalisme sangat Berbahaya

Akbar
Rizal Ramli: Praktik Neoliberalisme sangat Berbahaya

Jakarta, HanTer - Masyarakat Indonesia yang menginginkan dan mengaspirasikanTrisakti dan Pasal 33 pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Ironisnya, aspirasi dan harapan itu terus dihancurkan oleh Neoliberalisme.

Ekonom senior Rizal Ramli menjelaskan paham neoliberalisme yang bisa membahayakan tersebut.  ''Liberalisme sudah ada sejak Orde Baru Pak Harto. Bahkan, sekarang hal itu sudah berubah menjadi praktik neo-liberalisme yang sangat berbahaya,'' kata Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini ketika berdialog di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Rizal Ramli yang kerap disapa RR ini menjelaskan, dirinya sudah konsisten memerangi liberalisme sejak menjadi aktivis mahasiswa 77-78.  "Sejak mahasiswa saya sudah mengeluarkan buku putih kritikan terhadap kebijakan Widjojo (Nitisastro) saat itu,” ungkapnya.

Menurut dia, baik Jokowi atau Prabowo harus memusnahkan Neoliberalisme kalau memang komit dan konsisten dengan Trisakti dan pasal 33 UUD45, agar ekonomi bangsa kita tidak tergerus, hancur dan hangus. Bangsa Indonesia menjadi sengsara akibat praktik Neloberalisme itu.

Buku putih yang ditulis RR kemudian diterjemahkan ke dalam 9 bahasa oleh Profesor Ben Anderson dari Cornell University, New York. Buku itu mengkritik Widjojo Nitisastro merupakan ekonom era Soeharto, yang disebut-sebut sebagai Mafia Berkeley dengan kebijakan ekonomi liberalismenya.

Sejak tahun 1967, Orba secara murni telah menerapkan praktik-praktik liberalisme yang sejatinya bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945. Maka dari itu Gerakan Malari dan Gema 77-78 lahir sebagai respon terhadap kebijakan Orba yang mengarah pada liberalisme.

Perang terhadap liberalisme, lanjut RR, terus berlanjut hingga setelah reformasi. Parahnya, saat ini liberalisme sudah berubah wujud menjadi neoliberalisme yang dampahnya jauh lebih berbahaya.

"SBY itu teman dekat saya, tapi ketika kebijakannya sudah mengarah ke neolib tetap saya kritik,” terang pria yang pernah menjadi Penasihat Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini.

Begitu pun ketika era Jokowi saat ini, kritikan terhadap neoliberalisme tak pernah surut dilakukan Rizal Ramli. "Saya akan terus mengkritik neoliberalisme karena ini tidak membuat bangsa ini makmur,” tandas tokoh nasional yang juga pernah menjabat Menko Kemaritiman RI.

#Neolib   #RR   #ekonomi