Kajati Jatim Ingatkan Mantan Ketua DPRD Menyerahkan Diri

zamzam
Kajati Jatim Ingatkan Mantan Ketua DPRD Menyerahkan Diri

 

Jakarta, HanTer - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Sunarta mengimbau mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014, Wisnu Wardhana menyerahkan diri guna menjalani hukuman yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah).
 
Sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) Wisnu Wardhana dijatuhi hukuman 6 tahun penjara terkait kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Kediri dan Tulungagung pada 2013 silam.

"Kita imbau yang bersangkutan supaya datang sendiri, karena itu kita enggak perlu manggil lagi," ujar Sunarta ketika dihubungi wartawan, Jumat (4/1/2019).

Kejaksaan tidak akan melakukan pemanggilan lagi terhadap Wisnu. Putusan asasi MA sudah memiliki kekuatan hukum tetap alias inckraht.

"Datang sendiri atau atau kita jemput paksa. Kalau datang sendiri, itu lebih bagus," ujarnya.

Tim Kejaksaan sudah melakukan pelacakan terhadap Wisnu, baik di rumah, maupun di alamat-alamat yang sekiranya berhubungan dengannya. Upaya melakukan pelacakan terhadap Wisnu ini, diakuinya terus dilakukan oleh Kejaksaan.

Wisnu Wardhana kini tengah menjadi buruan tim Kejaksaan. Sebab, berdasarkan salinan putusan Mahkamah Agung (MA) yang diterima Kejaksaan, Wisnu harusnya masuk penjara lagi.

MA menjatuhkan hukuman selama 6 tahun penjara kepada Wisnu Wardhana. Ia dianggap terbukti bersama-sama telah melakukan tindak pidana korupsi.

Selain hukuman badan, Wisnu juga dihukum membayar denda Rp 200 juta. Apabila tidak sanggup membayar denda, maka akan digantikan dengan hukuman 6 bulan penjara.

MA juga memberikan hukuman tambahan, berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 1.566.150.733. Jika tidak dibayar setelah putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita oleh Kejaksaan. Namun, apabila hartanya tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Dalam kasus ini, di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya pada April 2017 lalu, Wisnu dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta serta uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar.

Tak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor, Wisnu mengajukan banding pada Pengadilan Tinggi Jawa Timur dan divonis 1 tahun penjara. Atas putusan PT ini, Kejaksaan pun mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung.

#Mantan   #Ketua   #DPRD   #Jatim   #Buronan