Jalur Merak-Bakauheni Aman dari Letusan Anak Krakatau

Anu
Jalur Merak-Bakauheni Aman dari Letusan Anak Krakatau
Jalur pelayaran Merak-Bakauheni

Jakarta, HanTer -- Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau Level III. Meski begitu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jalur pelayaran Merak-Bakauheni aman dari ancaman letusan Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Siaga (level 3). Daerah berbahaya di dalam radius 5 km. Masyarakat diiimbau tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jalur pelayaran Merak-Bakaheuni aman. Tidak terpengaruh letusan," kicau Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (4/1).

2) Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Siaga (level 3). Daerah berbahaya di dalam radius 5 km. Masyarakat dihimbau tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jalur pelayaran Merak - Bakaheuni aman. Tidak terpengaruh letusan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga. Sepanjang Rabu (2/1) hingga Kamis (3/1) dini hari, gunung itu mengalami 60 gempa letusan, 32 gempa embusan, dan satu gempa tektonik jauh.


Sutopo mengatakan Gunung Anak Krakatau hampir setiap hari meletus. Misalnya, sepanjang Rabu (2/1) pukul 00.00-24.00 WIB, gunung mengalami 37 kali letusan, 42 kali hembusan dan terus mengalami tremor.

Terdapat juga asap kawah bertekanan sedang-kuat, warna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tebal setinggi dua ribu meter dari puncak kawah


Namun, kata dia, tidak setiap hari Gunung Anak Krakatau mengeluarkan letusan. Sutopo mengatakan setidaknya terdapat jeda waktu untuk gunung tersebut beristirahat. 

"Jika ada letusan baru, itu sudah perilaku Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik," tuturnya.