Serahkan LPSDK ke KPU, Gerindra Galang Dana Kampanye Terbesar di Pemilu Legislatif 2019

Sammy
Serahkan LPSDK ke KPU, Gerindra Galang Dana Kampanye Terbesar di Pemilu Legislatif 2019
Partai Gerindra (ist)

Jakarta, HanTer - Seluruh partai politik telah menyerahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (2/1/2018). Berdasarkan Laporan Dana Awal Kampanye (LDAK) dan LPSDK yang dimiliki KPU, Gerindra tercatat menggalang dana kampanye paling besar selama Pemilu Legislatif 2019. 

Tercatat, hingga 1 Januari 2019, Gerindra melaporkan penerimaan dana kampanye sebesar Rp127 miliar. Bendahara Umum Partai Gerindra, Thomas Djiwandono, mengatakan dana tersebut berasal dari calon anggota legislatif (Caleg) partai besutan Prabowo Subianto itu.

"Riciannya Rp76 miliar dari sumbangan caleg tahap 1 yang Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Rp51 miliaar dari sumbangan periode 23 September 2018 sampai 1 Januari 2019," kata Thomas di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2019).

Thomas mengungkapkan, Gerindra juga menerima dana sumbangan dari masyarakat untuk pemenangan Prabowo-Sandi. Namun, dana tersebut tidak dimasukkan ke dalam rekening partai dan belum dilaporkan ke KPU.

"Ini kelompok relawan sebetulnya yang mengumpulkan. Jadi ini diluar dari partai gerindra di luar dari BPN Prabowo-Sandi, dan itu jumlahnya Rp3,5 miliar. Karena ini kan dari masyarakat luas yang sebetulnya membantu menerima panggilannya Pak Prabowo dalam hal ini dan kami sangat-sangat apresiasi, sangat berterima kasih untuk itu," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bendahara Umum Partai Gerindra, Satrio Dimas, mengatakan pihaknya alan berkoordinasi terus dengan KPU dan Bawaslu terkait sumbangan dana dari masyarakat agar tidak melanggar aturan yang ada.

"Belum kita pakai sama sekali karena dua minggu lalu kami ke Bawaslu, kami menanyakan sebaiknya seperti apa karena ini kan urusan pakainua seperti apa, itu penting juga. Rp3,5 miliar dari nominal-nominal yang justru kecil cuma banyak dan terus-terusan," kata Dimas.

Dimas menambahkan, dana sumbangan dari masyarakat ini menunjukkan bahwa pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadikan masyarakat lebih partisipatif terhadap pemilu mendatang.

"Nah itu yang sangat kami apresiasi dan menurut kami sangat berbeda dengan masa-masa lalu, Pak Prabowo dan Pak Sandi ingin bahwa masyarakat lebih partisipatif dalam hal ini melewati dana tersebut. Nah kami dari kebendaharaan tugasnya transparansi, kita pakai dana tersebut tuh untuk apa," jelas Dimas.

Tanpa Batas Maksimal
Hasyim menyatakan, peserta Pilpres 2019 boleh memberikan sumbangan dana kampanye kepada tim suksesnya tanpa ada batas maksimal. Begitu juga partai politik yang mengusung paslon dalam Pilpres 2019.

"Kalau duitnya sendiri, enggak ada batasan. Kemudian parpol pengusung juga tidak ada batasan," kata Hasyim.

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno diketahui telah menyumbangkan Rp39,5 miliar kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk kepentingan kampanye.

Hasyim menjelaskan bahwa, uang yang diberikan peserta pilpres dan parpol pengusungnya untuk kepentingan kampanye tidak digolongkan sebagai sumbangan, melainkan sumber dana. Seperti halnya dalam pemilihan legislatif.

Dia mengatakan caleg pun boleh berapa saja menyumbangkan dana pribadinya untuk kepentingan kampanye. Begitu pula parpol tempat caleg tersebut bernaung, mereka boleh memberikan dana kampanye tanpa batas maksimal kepada caleg.

"Sumber dana bisa dari calon sendiri dan parpol pengusung," ujar Hasyim.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mochammad Afifuddin, mengatakan hal senada. Menurut dia, peserta pilpres atau pileg memang tidak diberi batasan dalam memberikan sumbangan dana kampanye.

Dengan kata lain, aturan dalam UU No.7 tahun 2017 tentang batas sumbangan dana kampanye maksimal Rp2,5 miliar dalam kategori perseorangan tidak berlaku bagi peserta pilpres.

"Tidak menyangkut dengan calon. Kan kalau calon bebas. Kan saya caleg saya keluar berapapun nggak masalah juga," kata Afif di kantor Bawaslu.

#Gerindra   #dana   #kampanye   #bawaslu   #pilpres