BPJS TK Siapkan Santunan Rp12,9 Miliar bagi 20 Korban Tsunami

Arbi
BPJS TK Siapkan Santunan Rp12,9 Miliar bagi 20 Korban Tsunami


Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan pendataan terhadap peserta yang menjadi korban tsunami di Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 20 peserta yang meninggal dunia dan 16 orang masih dalam perawatan. 

Dari 20 orang peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut, disiapkan santunan sekitar Rp12,9 miliar. Sedangkan bagi yang masih dalam perawatan, biaya pengobatan akan ditanggung secara penuh tanpa batasan biaya atau unlimited. 

Demikian disampaikan Direktur pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif di Rumah Sakit Puri Cinere, saat mengunjungi salah korban tsunami yang tengah dalam masa perawatan, Jumat (28/12/2018).

“Dampak Tsunami yang luar biasa ini menelan cukup banyak kerugian, baik dari segi kerusakan, maupun korban jiwa. Tim kami terus menelusuri adanya kemungkinan peserta selain dari karyawan PLN,” papar Krishna dalam kesempatan itu.

BPJS Ketenagakerjaan, sambung Krishna, masih terus memantau perkembangan korban yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

“Sudah berhasil diidentifikasi oleh tim kami di lapangan, ada pula karyawan dari BPK Penabur yang menjadi korban meninggal dunia dalam kejadian nahas tersebut”, tambahnya.

Sebagai informasi, hingga Rabu, (26/12), jumlah korban meninggal dunia mencapai 430 jiwa dengan korban luka-luka sebanyak 1.495 orang dan 159 orang masih hilang. 
Seperti yang diinformasikan sebelumnya, terdapat peserta BPJS Ketenagakerjaan yang saat kejadian sedang dalam posisi melaksanakan tugas atau kegiatan kedinasan.

"Setelah kami telusuri, sebanyak 20 orang peserta kami menjadi korban meninggal dunia ditambah 1 orang masih hilang. Jadi total 21 orang dan mereka dalam posisi sedang menjalankan tugas kedinasan atau bekerja. Tentunya kami sudah persiapkan segala sesuatunya dan akan segera menghubungi ahli waris masing-masing korban", terang Krishna.

21 orang peserta itu terdiri dari 14 orang karyawan PLN, 1 karyawan PT BJU, 1 karyawan dari BPK Penabur, dan 5 lainnya masing-masing dari PT JAS, PT DRH, dan Banten West Java TDC.

Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka dan teridentifikasi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan telah mendapatkan perawatan di Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di beberapa Rumah Sakit kerjasama, salah satunya di Rumah Sakit Puri Cinere.

“Ada 23 orang yang telah mendapatkan perawatan di PLKK BPJS Ketenagakerjaan, khusus di Cinere ini, ada 15 orang yang mendapatkan perawatan, sementara 3 orang lainnya tersebar di Rumah Sakit Royal Taruma, yang juga PLKK kami ditambah dengan 3 orang yang dirawat di RSUD Berkah, RSUD Drajat, dan Sentra Medika Cibinong. Hingga saat ini 9 orang yang dirawat sudah diperbolehkan pulang”, jelas Krishna. 

Dirinya menjamin bahwa seluruh peserta yang mendapatkan perawatan ini akan dirawat hingga sembuh, tanpa batasan biaya sesuai dengan indikasi medis.

“Tim kami juga sedang melakukan penelusuran mengenai kemungkinan jatuhnya korban dari peserta profesi, seperti nelayan ataupun pengisi acara. Saya kira jika memang mereka terdaftar sebagai peserta, kami akan berikan semua hak-hak ahli waris sesegera mungkin”, tutur Krishna.

Pekerja profesi, seperti diketahui, bisa mendaftarkan diri mereka atau sebagai penerima bantuan yang iurannya dibayarkan oleh donatur. 

“Jika ada yang merasa pernah mendaftarkan diri atau mendapatkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, untuk mempercepat proses identifikasi, kami imbau agar segera melaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan melalui hotline 1500910 atau 085372642544”, ucap Krishna.

"Ke depannya kami berharap manfaat jaminan sosial dapat diikuti oleh seluruh pekerja Indonesia, baik PU atau BPU (Penerima Upah atau Bukan Penerima Upah) di dalam dan luar negeri serta mendapat dukungan pemerintah secara penuh serta kesadaran pengusaha untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya”, tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Krishna juga mengimbau agar masyarakat yang memiliki kegiatan usaha sebaiknya memahami betul program perlindungan ini dan manfaatnya, sehingga bisa mendapatkan perlindungan atas risiko kecelakaan kerja ataupun meninggal dunia.

"Meski akibat bencana alam, bahkan manfaat tabungan hari tua dan pensiun juga bisa didapatkan melalui BPJS Ketenagakerjaan", pungkas Krishna.