Lecehkan KH Ma'ruf Amin Akun FB Riski Fernandes Dilaporkan ke Bareskrim

Safari
Lecehkan KH Ma'ruf Amin Akun FB Riski Fernandes Dilaporkan ke Bareskrim
Johny Zeth Souhoka,S.H, Dewan Pembina Tim Khusus Pemantapan pemenangan Pilpres Jokowi -  KH Ma'ruf Amin (TPP DOA) melaporkan pemilik Akun FB Riski Fernandes ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Jakarta, Hantar - Johny Zeth Souhoka,S.H, Dewan Pembina Tim Khusus Pemantapan pemenangan Pilpres Jokowi -  KH Ma'ruf Amin (TPP DOA) melaporkan pemilik Akun FB Riski Fernandes ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/12/2018). Akun Riski Fernandes diduga sebagai sumber utama penyebar hoax video Prof. Dr.K.H. Ma’ruf Amin yang mengucapkan Selamat Natal menggunakan pakaian Santa Claus. 

Padahal video tersebut merupakan hasil editan. Laporan Johny Zeth Souhoka diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/1691/XII/2018/BARESKRIM tanggal 28 Desember 2018. Johny Zeth Souhoka pun berharap polisi untuk segera menindaklanjuti laporannya dan menangkap penyebar hoax tersebut.  

Yongla Patria, kuasa hukum Johny Zeth Souhoka mengatakan, Prof Dr.K.H. Ma’ruf Amin tidak pernah menggunakan pakaian Santa Claus.Prof Dr.K.H. Ma’ruf Amin juga ulama besar dan sekaligus Ketua Umum MUI yang tidak pernah menjadi "Kristiani" sebagaimana video yang beredar. Oleh karenanya perbuatan telah memanipulasi terhadap pakaian Prof.Dr.K.H. Ma’ruf Amin.

"Konten video tersebut juga diedit kalimat yang diucapkan sehingga seakan-akan Prof. Dr.K.H. Ma’ruf Amin mengucapkan “Saudara-saudara, Kami dari Kaum Kristiani. Kami sampaikan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru," ujar Yongla di Gedung Bareskrim, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Yongla menegaskan, tindakan manipulasi tersebut adalah kejahatan yang harus dihentikan karena melanggar keadaban pergaulan dan melecehkan harkat dan martabat Prof.Dr.K.H Maruf Amin sebagai Tokoh ulama yang disegani dan dihormati. Oleh karenanya tindakan manipulasi  tersebut sangat jelas melanggar  Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tindakan manipulasi tersebut juga dikategorikan sebagai Tindak pidana Penodaan Agama dalam Pasal 156 huruf A KUHP dan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik dalam Pasal 310 aya (1) dan ayat (2) KUHP. Tindakan tersebut adalah perbuatan jahat dan  sangat meresahkan, melecehkan tokoh besar agama," tegasnya.

Lebih lanjut Yongla mengatakan,  tindakan manipulasi tersebut adalah perbuatan kriminal yang harus dihentikan dan  menyesatkan (missliding information) umat. serta adu domba. "Kami mohon Kepada Polri untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelakunya," tandas Ikhsan yang juga didampingi tim yakni Deny Adi Pratama,SH, Raihani Keumala SH dan Cut Arista SH.