Gerakan Peduli TNI-Polri: Jangan Buat Kisruh TNI-Polri!

Safari
Gerakan Peduli TNI-Polri: Jangan Buat Kisruh TNI-Polri!
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Peduli TNI-Polri menyayangkan adanya upaya untuk melemahkan soliditas TNI-Polri. 

Ketua Presidium Gerakan Peduli TNI-Polri, Budi Wasesa mengatakan, TNI dan Polri merupakan suatu kesatuan dalam menjaga NKRI serta pertahanan dan ketertiban yang bertugas  dalam mengayomi dan rakyat tanpa pandang bulu. 

“TNI-Polri adalah milik kita semua. Korps baret loreng dan coklat  independen, netral. Secara tegas dikatakan politik mereka adalah politik negara.,” kata Budi di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Oleh karenanya, ujar Budi,  dibutuhkan dukungan dari semua elemen bangsa untuk terus mendukung soliditas TNI-Polri. Namun ia menyesalkan adanya sekelompok masyarakat yang berencana melakukan aksi unjuk rasa di markas TNI terkait insiden di Mapolsek Ciracas. Padahal, kata Budi hal tersebut sudah dilakukan penegakan hukum sesuai ketentuan hukum  yang berlaku di institusi masing-masing di TNI maupun Polri. 

“Kami sebagai insan yang peduli terhadap TNI-Polri yang juga merupakan aset bangsa menghimbau hormati kerja mereka. Serahkan segala permasalahan yang terkait dengan TNI-Polri kepada aturan yang telah mereka miliki sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan campuri urusan yang justru membawa kekisruhan didalamnya. TNI-Polri telah membuktikan profesionalismenya dalam mengabdi bagi bangsa dan negara,” paparnya.

Bahkan secara tegas Budi meminta semua pihak  tidak melakukan upaya poitisasi terhadap institusi TNI-Polri atas kepentingan golongan atau pribadi. Menurutnya TNI-Polri kuat, negara aman rakyat tentram. 

“Kami menyayangkan adanya rencana aksi dari elemen gema jakarta yang akan mendemo TNI, untuk itu kami sebagai masyarakat yang peduli terhadap TNI-Polri, kami siap menghadapi, karena bagi kami TNI dengan trimatra dan Polri adalah sebuah kesatuan dalam menjaga NKRI adalah harga mati. Tidak ada kata kompromi terhadap siapapun apapun yang merongrong dan memojokan kewibawaan dan posisi independen dari TNI-Polri,” pungkasnya.