Rilis Akhir Tahun, Kapolri: Korban Terorisme Bertambah

Danial
Rilis Akhir Tahun, Kapolri: Korban Terorisme Bertambah
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Jakarta, HanTer - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan jumlah anggota polisi yang menjadi korban tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2018 ini meningkat.

"Polri mencatat jumlah anggota (polisi) yang menjadi korban teror meningkat, dari 18 orang di 2017, menjadi 31 orang di 2018, delapan orang diantaranya gugur," ujar Tito dalam Rilis Akhir Tahun 2018 di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini mengungkapkan, berdasarkan catatan Polri, terduga teroris yang ditangkap pada 2017 berjumlah 176 dan pada 2018 sebanyak 396 orang.

"Sepanjang 2018, jumlah aksi teror meningkat 42 persen dibandingkan 2017, dari 12 kasus menjadi 17 kasus. Demikian pula dengan jumlah pelaku teror yang berhasil diungkap sepanjang 2018 meningkat 113 persen," paparnya.

Selain itu Kapolri juga menyoroti minimnya personel Polwan di jajaran kepolisian. Hal itu disampaikannya pada acara Rilis Akhir Tahun Mabes Polri 2018.

"Polwan cuma 36.595 polwan atau 8,3 persen. Saya pribadi belum puas dengan angka ini," ujarnya, lantaran jumlah tersebut menggambarkan belum tercapainya prinsip kesetaraan emansipasi di tubuh Polri.

Polwan lanjut Tito, memiliki andil besar dalam berbagai aktivitas kepolisian termasuk proses penegakan hukum dan Polwan punya kecenderungan mudah dekat secara emosional kepada korban, saksi hingga pelaku khususnya sesama gender dalam upaya penanganan kasus.

Sehingga dia berencana menaikkan rekrutmen polwan di tahun-tahun selanjutnya. Terlebih, jumlah penduduk Indonesia juga mayoritas perempuan.

"Sehingga prinsip equality dan Indonesia banyak didominasi oleh wanita ini bisa lebih baik," pungkasnya.