Pernyataan Megawati Soal Ibu-ibu Pengajian Dikecam, MUI: Jangan Usil dengan Ibu-ibu Rajin Mengaji

- Senin, 20 Februari 2023 | 11:07 WIB
Reaksi Megawati saat Presiden Jokowi memujinya cantik.  (ikbal muqorobin)
Reaksi Megawati saat Presiden Jokowi memujinya cantik. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Pernyataan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri yang menyindir ibu-ibu pengajian dikritik sejumlah pihak. Apalagi sebelumnya, secara terbuka Mega juga mempertanyakan kebenaran akhirat. Dia bahkan menyebut akhirat sebagai ramalan masa depan.

Lewat akun Twitter pribadinya, Sabtu (18/2/2023), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis pun memaafkan pernyataan Megawati tersebut.

"Saya maafkan. Tapi tak ada ceritanya ibu-ibu rajin ngaji itu jadi bodoh dan tidak kreatif. Ngaji itu melatih hati dan mengkaji melatih pikir. Keduanya banyak yang bisa memadukan sekaligus," tulis Kiai Cholil Nafis.

Baca Juga: Aespa Kena Imbas Konflik Internal SM Entertainment, Bakal Tertinggal dari NewJeans dan IVE


"Soal tak senang ngaji tak apalah, tapi tak usah usil dengan ibu-ibu yang rajin ngaji sampai kapan pun," sambungnya.

Sementara itu Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma’arif, menduga pernyataan Megawati terkait umat Islam mungkin karena usianya yang sudah tidak muda lagi. Sehingga Megawati kerap mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Ustadz Slamet mendoakan agar putri Proklamator RI Sukarno tersebut mendapatkan hidayah.

"Kasihan saya. Dan mohon dimaklum sudah sepuh.  Jadi rada-rada ngelantur. Doain aja biar cepet yakin dan melihat adanya akhirat," ujar Ustadz Slamet kepada Harian Terbit, Minggu (19/2/2023).

Tidak Bijak

Sementara itu pimpinan Majlis Ta'lim Was Sholawat An Nur, Purwakarta, Jawa Barat, Ustadz Anugrah Sam Sopian menilai pernyataan Megawati yang menyindir ibu-ibu sangat tidak bijak. Apalagi sindiran terhadap ibu-ibu dilontarkan oleh seseorang yang dianggap sebagai tokoh bangsa yang harusnya bijak dan tidak menyudutkan kelompok atau agama tertentu.

Baca Juga: Seulgi Red Velvet Tolak Hype Boy NewJeans, Terkait SM Entertainment HYBE?

"Pernyataan (Megawati) menimbulkan polemik ditengah masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam," jelasnya.

Dia menilai, harusnya Megawati bisa lebih bijak seiring dengan bertambahnya usia, bukan asal bicara. Karena sebagai manusia akan dinilai pernyataan dan langkahnya dalam menyikapi suatu masalah. Oleh karenanya setiap pernyataan dan langkahnya tidak membuat polemik di masyarakat.

Ibu-ibu Dugem

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan bahwa pengajian tidak dilakukan setiap hari. Pengajian itu terkadang dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali. Di dalam pengajian juga terkadang banyak membahas tentang kesehatan.

"Sangat tidak pantas menyoal ibu-ibu pengajian, kenapa enggak menyoal ibu-ibu yang dugem (dunia gemerlap) ke diskotik? Ibu-ibu yang bekerja full day?" kata Andi Nurpati, Minggu (19/2/2023).

Maka itu, mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu menyayangkan pernyataan Megawati yang menyindir ibu-ibu pengajian tersebut. "Apalagi sudah pernah jadi pemimpin negeri, ketum parpol, penasihat atau pembina BRIN, sudah professor dan lain-lain. Mestinya bukan menghujat, tapi memberi support, motivasi dan lain-lain bagaimana supaya ibu-ibu lebih care dengan anak

Baca Juga: Primbon Hari Ini; Jangan Ambil Pekerjaan Beresiko Tinggi

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa banyak juga ibu-ibu yang ikut pengajian justru sudah punya cucu dan tak punya tanggung jawab mengurus cucu. "Banyak yang sudah umur 40 tahun ke atas di mana anak-anaknya sudah dewasa, sudah berkeluarga, bahkan sedikit yang punya bayi atau anak kecil," imbuhnya.

Dia berpendapat, melarang umat beragama untuk mempelajari agamanya lebih dalam merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). "Mungkin beliau enggak paham apa itu pengajian?" jelasnya.

Andi Nurpati menjelaskan, pengajian adalah sarana pendidikan agama yang belum tentu semua dipelajari di sekolah atau saat kuliah. Apalagi, lanjut dia, tak semua orang juga kuliah. "Saya kira Bu Mega salah persepsi tentang pengajian yang bisa menimbulkan anak-anak stunting karena ditinggal ibunya pengajian. Pengajian itu enggak tiap hari dan hanya beberapa jam, biasanya juga bukan jam makan," ungkapnya.

Menurut dia, lebih parah ibu-ibu yang bekerja di luar rumah setiap hari dari pagi hingga sore atau malam. "Kenapa Bu Mega enggak menyoal itu daripada menyoal ibu-ibu pengajian. Meski hak seorang ibu bekerja berkarier di luar rumah yang umumnya anaknya diserahkan kepada asisten rumah tangga yang notabene pengetahuan tentang gizi dan lain-lain tidak memadai," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin mengatakan, ibu ibu pada doyan ngaji karena biar tahu dan paham serta beriman kepada yang ghaib. Yang dilakukan ibu-ibu tersebut tidak seperti Megawati yang sudah terlapor ke polisi dalam kasus dugaan penistaan agama yang menghina keimanan terhadap alam ghaib  

"Ada juga ibu ibu doyan ngaji masuk mondar-mandir ke masjid ternyata sarat kepentingan politik untuk 2024," ujar Novel kepada Harian Terbit, Senin (20/2/2023).

Novel menegaskan, ibu ibu yang doyan mengaji sadar akan Ketuhanan Yang Maha Esa yang harus dijaga. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah realisasi terhadap pengamalan Ketuhanan Yang Maha Esa tidak seperti Megawati yang tidak ngaji justru malah ingin mengganti Pancasila  dengan Trisila dan juga Eka Sila.

Utamakan Keluarga

Sebelumnya, pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal ibu-ibu pengajian kembali menjadi sorotan publik. Pernyataan itu disampaikan Presiden ke-5 RI ini saat Kick Off Pancasila dalam Tindakan 'Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting' yang digelar BKKBN beberapa waktu lalu.

"Saya melihat ibu-ibu itu ya, maaf ya, kenapa toh seneng banget ngikut pengajian ya. Maaf beribu maaf. Ini pengajian sampai kapan? Anake arep diapake (anaknya mau diapain)?" ujar Megawati dikutip, Sabtu (18/2/2023).

Namun, Megawati menuturkan dirinya tidak bermaksud untuk melarang ibu-ibu mengikuti pengajian. Ia hanya berharap agar ibu-ibu tetap mengutamakan keluarga khususnya dalam mengurus anak.

"Boleh, bukan berarti enggak boleh (ikut pengajian). Saya juga pernah ikut pengajian kok. Maksud saya, nanti Bu Risma saya suruh, Bu Bintang saya suruh, tolong bikin manajemen rumah tangga," kata Megawati.

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakamla RI Selamatkan Nelayan di Selat Makassar

Kamis, 30 Maret 2023 | 18:15 WIB

Buruh Serukan Bongkar TPPU Rp349 T di Kemenkeu

Kamis, 30 Maret 2023 | 14:08 WIB
X