• Selasa, 7 Februari 2023

Buntut Pembakaran Alquran, FPI Minta RI Memutuskan Hubungan dengan Swedia

- Rabu, 25 Januari 2023 | 14:45 WIB
Rasmus Paludan membakar Alquran di depan Kedutaan Turki, Sabtu lalu sebagai bentuk protes Turki dan kebenciannya pada muslim.
Rasmus Paludan membakar Alquran di depan Kedutaan Turki, Sabtu lalu sebagai bentuk protes Turki dan kebenciannya pada muslim.

HARIANTERBIT.com - Front Persaudaraan Islam (FPI) mengutuk aksi biadab pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan oleh pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram, Rasmus Paludan di Swedia, Sabtu (21/1/2023). Apalagi aksi pembakaran Al Quran tersebut diizinkan dan difasilitasi oleh Pemerintah Swedia. 

"Kami menuntut negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil tindakan politik tegas dan nyata dalam memprotes aksi pembakaran AIquran di Swedia," ujar Habib Muhammad Al Attas. LC., MA, Ketua Umum FPI dalam keterangan resminya, Selasa (24/1/2023).

Habib Muhammad meminta negara - negara yang tergabung di OKI untuk memutus hubungan diplomatik dengan Swedia dan Denmark. Selain itu negara-negara yang tergabung di OKI untuk menyatakan secara tegas bahwa aksi pembakaran Al Quran merupakan tindakan provokatif nyata dan mengobarkan perang. 

Baca Juga: Usai Gabung, Michael Sianipar Dinilai Bakal Tingkatkan Suara Perindo di Pemilu 2024 

"Kami minta pemerintah Indonesia memanggil Duta Besar Negara Swedia dan Denmark guna meminta penjelasan. Selain itu pemerintah Indonesia harus memulangkan mereka dari Indonesia serta memutus hubungan diplomatik dengan Swedia dan Denmark," tegasnya.

Dalam kesempatan ini Habib Muhammad juga menyerukan kepada umat Islam agar bereaksi keras dan tegas serta bersatu melalui pemerintah yang sah serta melalui kanal-kanal resmi untuk mengambil tindakan nyata memprotes dan mengutuk pembakaran Al-Qur'an tersebut. Karena pembakaran Al-Qur'an merupakan tindakan biadab, intoleran dan memancing permusuhan nyata.

"Pembakaran Al Quran jelas mengobarkan peperangan. Jadikan momentum ini sebagai momentum persatuan umat Islam di seluruh dunia," tegasnya.

 Baca Juga: Jenazah Siti Fatimah Korban Pembunuhan Wowon Cs Masih Utuh

Demo Kedubes

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Cara Lindungi Data Diri Dalam Pelayanan Publik

Selasa, 7 Februari 2023 | 20:19 WIB

Jokowi: Buronan Korupsi Pasti Ditemukan

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:02 WIB

1 Ramadhan 23 Maret dan Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:05 WIB

Duet Anies-Khofifah Bisa Menangi Pilpres

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:58 WIB
X