KPK Panggil Petinggi Amarta Karya dan Dirut Trikenca Sakti Utama Terkait Korupsi Proyek Fiktif

- Selasa, 24 Januari 2023 | 19:03 WIB
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri

HARIANTERBIT.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadwalkan pemeriksaan Kasi Pemasaran Divisi Operasi I PT Amarta Karya (Persero) Deden Prayoga dan Direktur Utama PT Trikencana Sakti Utama Bambang Suparno, Selasa, 24 Januari 2023.

Keduanya bakal dimintai keterangan sebagai saksi, seputar kasus dugaan korupsi pengadaan proyek fiktif di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Amarta Karya. Keduanya bakal diperiksa di Gedung KPK.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: Kasus Bentrokan di Morowali, Pengamat Dukung Menteri Bahlil Demi Menjaga Stabilitas Keamanan dan Investasi

Masih belum diketahui apa yang akan digali tim penyidik dari keduanya. Namun, KPK sempat mendalami jumlah uang yang dikeluarkan PT Amarta Karya, untuk pengadaan proyek fiktif tersebut.

Pendalaman dilakukan dengan memeriksa mantan Kepala Divisi Akuntansi PT Amarta Karya M Fodli pada Selasa, 13 September 2022 kemarin.

"Hadir dan didalami lebih lanjut melalui pengetahuan saksi, antara lain terkait dengan penghitungan jumlah uang yang dikeluarkan PT AK (Amarta Karya) untuk beberapa subkontraktor yang diduga bersedia mengerjakan proyek fiktif atas perintah dari pihak yang terkait dengan perkara ini," ulas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Ferdy Sambo Ngaku Frustasi jadi Bahan Olok-olok

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka penyidikan baru dugaan korupsi. Lembaga antirasuah kini tengah mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan proyek di PT Amarta Karya tahun anggaran 2018 - 2020.

"Saat ini KPK telah meningkatkan proses penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan proyek pada PT AK (Amarta Karya) tahun 2018 – 2020," ujar Ali Fikri dalam keterangannya, dikutip Minggu (19/6/2022).

Ali menuturkan, dalam kasus korupsi di PT Amarta Karya diduga terjadi kerugian keuangan negara. Kerugian keuangan negara diduga lantaran terjadi pengerjaan proyek fiktif di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Baca Juga: Kisruh Kenaikan Biaya Haji, Jokowi: Belum Final, Masih Proses Kajian

"Modus operadi dalam perkara ini diduga adanya perbuatan melawan hukum terkait pelaksanaan proyek fiktif sehingga timbul kerugian keuangan negara," jelas Ali.

Ali mengucapkan, pihak KPK sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun, identitas tersangka belum bisa dibeberkan sebelum dilakukan upaya paksa penangkapan maupun penahanan.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X