Digitalisasi Perguruan Tinggi Perlu Dicapai, TECH Dukung Manajemen Data Ratusan Kampus

- Jumat, 9 Desember 2022 | 08:36 WIB
Ucu Komarudin gencarkan digitalisasi kampus IT (ist)
Ucu Komarudin gencarkan digitalisasi kampus IT (ist)


HARIANTERBIT.com - Guna mengambil peran nyata dalam mempercepat proses digitalisasi dan optimalisasi pembelajaran perguruan tinggi di Indonesia, PT IndoSterling Technomedia (TECH) menggandeng Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) jelang tutup tahun 2022.

"Sebagai salah satu pemain utama Edutech terbesar di Tanah Air, Edufecta hadir untuk memberikan solusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi Indonesia khususnya kampus Informatika dan Komputer,” tutur CEO PT Technomedia Interkom Cemerlang (Edufecta) Ucu Komarudin, di Musyawarah Nasional Aptikom, Kamis (8/12/2022).Baca Juga: Melirik Keindahan Sungai Martapura di Film Jendela Seribu Sungai

Melalui platform digitalisasi yang dikembangkan Edufecta, kampus bisa dengan mudah menyediakan sistem informasi yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi dalam mendukung proses belajar mengajar sekaligus melakukan talent management.

Ketua Umum Aptikom, Prof Ir Zainal A. Hasibuan PhD mengatakan saat ini dari 1.500 program studi kampus Informatika dan Komputer di seluruh Indonesia, lebih dari separuh atau lebih dari 850 program studi menampung lebih dari 500.000 mahasiswa tingkat D1 hingga D3. Setiap tahunnya dihasilkan 40.000 hingga 50.000 orang alumni per tahunnya.

“Ini bukan hanya mempercepat digitaliasi kampus yang menginduk ke dalam Aptikom melalui Edufecta, namun secara otomatis kami dibantu dalam hal kemungkinan magang hingga talent management yang berguna bagi tracking alumni,” tuturnya.Baca Juga: Sambut HUT DFI ke 9, Yan Widjaya: Jadikan Film Indonesia Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Ditambahkannya, sistem akreditasi pendidikan di Indonesia selain kerapihan data kampus adalah mix and match dengan industri yang artinya membutuhkan talent managemen sistem sebagai solusi juga strategi mengatasi masalah karir alumni dan kebutuhan industri.

Hal ini senada dengan tema Munas ke-6 Aptikom tahun 2022 yang diadakan di Bali pada 8-10 Desember yakni "Memberdayakan Kecerdasan Artifisial untuk Percepatan Transformasi Digital di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Masyarakat 5.0"

Menurut Ucu Komarudin, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APSTI) menyambut baik poram ini yang bisa membantu kampus-kampus di seluruh Indonesia beralih pada sistem digitalisasi dan membantu pengembangan pengelolaan kampus.Baca Juga: Kesehatan Mental Medina Zein Terganggu, Bisnis Kecantikannya Diambil Heni Purnamasari

Dia menuturkan sejak awal tahun 2022, kolaborasi antara kampus dan Edufecta telah terimplemetasi di 181 kota 32 provinsi. Mayoritas kampus swasta tersebut dapat menikmati manfaat digitalisasi yang ditawarkan Edufecta.

Ucu Komarudin bersyukur program yang dilaksanakan oleh Edufecta tersebut secara langsung didukung oleh Kemdikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) yang menargetkan percepatan digitalisasi kampus.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Terkini

300 Anak Yatim Mendoakan Yusril Jadi Presiden 2024

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:06 WIB

Anies Bertemu AHY di Kantor Demokrat

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:46 WIB

Bharada E Penuhi Syarat Sebagai Saksi Pelaku

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:45 WIB

Sambo dan Putri Akan Divonis 13 Februari

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:43 WIB

Darurat Kasus Anak Hamil di Luar Nikah

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:22 WIB

KIB Dukung Anies : Kita Bukan Kaleng - Kaleng

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:17 WIB
X