Kemendagri Beri Dukungan Pelaksanaan dan Pencapaian SPM Sub Urusan Bencana

- Kamis, 8 Desember 2022 | 16:24 WIB
Rapat Dukungan Pelaksanaan dan Pencapaian SPM Sub Urusan Bencana
Rapat Dukungan Pelaksanaan dan Pencapaian SPM Sub Urusan Bencana

HARIANTERBIT.com - Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, menyelenggarakan Rapat Dukungan Pelaksanaan dan Pencapaian SPM Sub Urusan Bencana.

Rapat yang digelar di Hotel Salak The Heritage, Bogor, 30 November hingga 2 Desember 2022, salah satunya membahas pembinaan kepada BPBD dalam mendukung pelaksanaan dan pencapaian SPM Sub Urusan Bencana.

Bentuk pembinaan tersebut melalui pemanfaatan aplikasi SIAP Tangguh Bencana yang telah diinisiasi dan dikembangkan oleh Ditjen Bina Adwil sesuai amanat Permendagri 59/2021 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal agar BPBD dapat: (1) memiliki data dasar kebencanaan; (2) merencanakan kebutuhan penanggulangan bencana di daerah; (3) melakukan pembinaan dan pengawasan penerapan SPM Sub Urusan Bencana di tahun mendatang; dan (4) membantu meningkatkan capaian SPM Sub Urusan Bencana.

Baca Juga: Sekjen Kemendagri Sebut Indonesia Negara Paling Progresif Terapkan Politik Desentralisasi

Melalui kegiatan rapat ini, Ditjen Bina Adwil menargetkan penggunaan aplikasi SIAP Tangguh Bencana pada seluruh kabupaten/kota.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Analis Kebijakan Ahli Madya sekaligus Koordinator pada Subdirektorat Pengurangan Resiko Bencana, Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Fredrick Simatupang.

Dalam sambutannya Fredrick menyampaikan aplikasi ini telah diuji coba di 77 daerah kabupaten/kota untuk memetakan 3 (tiga) jenis layanan SPM Sub Urusan Bencana melalui metode penilaian mandiri (self assessment) pada setiap komponen dan sub kegiatan.

Adapun capaian masing-masing layanan dengan metode self assessment ini diperoleh: (1) pelayanan informasi rawan bencana sebesar 42,72%; (2) pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan sebesar 40,91%; serta (3) pelayanan penyelamatan dan evakuasi sebesar 59,32%. Mengacu pada capaian ini, Fredrick mendorong BPBD untuk sementara dapat berfokus pada pencapaian layanan pertama dan kedua dengan tetap berupaya memenuhi target 100% pada masing-masing layanan.

Pada kegiatan ini juga dilakukan coaching clinic penggunaan aplikasi SIAP Tangguh Bencana yang dipandu oleh tim dari Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia dan diikuti secara offline oleh 7 (tujuh) daerah yakni (1) Provinsi DKI Jakarta; (2) Kabupaten Pandeglang; (3) Kabupaten Buleleng; (4) Kabupaten Ciamis; (5) Kota Bogor; (6) Kota Padang; dan (7) Kota Solok. Sedangkan terdapat 1 (satu) daerah mengikuti secara online yaitu Kota Cirebon. Peserta daerah tersebut diwakili oleh ASN BPBD yang ditunjuk sebagai operator berdasarkan penunjukkan resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD di daerahnya masing-masing dengan didampingi pejabat perencana BPBD.

Baca Juga: Sudah di tiba PN Jaksel, Ferdy Sambo batal jadi saksi untuk Hendra Kurniawan

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB

Inilah Penjelasan Desa Baduy Yang Dikunjungi Anies

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:49 WIB
X