Sudah di tiba PN Jaksel, Ferdy Sambo batal jadi saksi untuk Hendra Kurniawan

- Kamis, 8 Desember 2022 | 14:40 WIB
Ferdy Sambo batal bersaksi untuk perkara obstruction of justice.  (Iqbal Muqorobin - harianterbit.com)
Ferdy Sambo batal bersaksi untuk perkara obstruction of justice. (Iqbal Muqorobin - harianterbit.com)

HARIANTERBIT.com - Ferdy Sambo batal bersaksi untuk perkara obstruction of justice. Dia batal memberikan kesaksian dalam untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria meski sudah tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar lanjutan sidang perkara perintangan proses hukum atau obstruction of justice hari ini, Kamis, 8 Desember 2022. Sedianya dalam sidang Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria menghadirkan saksi mahkota yakni Ferdy Sambo dan Arif Rachman Arifin. 
 
Namun hakim ketua Ahmad Suhel mengatakan keterangan dari saksi mahkota sidang untuk keduanya akan didengarkan usai saksi-saksi fakta selesai diperdengarkan. 
 
 
"Untuk saksi mahkota nanti setelah selesai saksi fakta untuk perkara yang saat ini adalah Hendra. karena untuk perkara terdakwa Agus sudah selesai saksi fakta tidak ada lagi, ya. jadi saksi mahkota mulai Minggu depan, gitu ya. Kita minta supaya besok minggu depan baru kita periksa," katanya Ahmad Suhel. 
 
Salah satu kuasa hukum Hendra Kurniawan sempat meminta majelis hakim agar Ferdy Sambo tetap diperdengarkan kesaksiannya. Pasalnya eks Kadiv Propam Polri itu sudah berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  
 
"Kami mendapat informasi bahwa pak Ferdy Sambo sudah di PN ini, kalau berkenan izin yang mulia untuk mempersingkat waktu persidangan kita, apakah boleh Pak Ferdy Sambo diperiksa hari ini?" pinta kuasa hukum Hendra. 
 
 
Namun hakim ketua Ahmad Suhel tetap pada ketetapannya untuk menghadirkan saksi mahkota pada pekan depan. 
 
"Sudah dikatakan tadi nanti sekaligus," tegas hakim ketua. 
 
Diketahui terdapat tujuh terdakwa obstruction of justice. Mereka adalah Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Arif Rachman Arifin dan Irfan Widyanto.
 
 
Terdakwa obstruction of justice dijerat dengan pasal Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Dan Pasal 48 jo Pasal 32 Ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB

Inilah Penjelasan Desa Baduy Yang Dikunjungi Anies

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:49 WIB
X