Putri Candrawathi Marah Usai Dengar Pengakuan Ferdy Sambo

- Rabu, 7 Desember 2022 | 17:26 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jakarta Selatan.  (ikbal muqorobin)
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jakarta Selatan. (ikbal muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Ferdy Sambo mengaku dimarahi istrinya Putri Candrawathi. Dia dimarahi karena cerita pelecehan seksual yang dialaminya diketahui orang lain.

Ferdy Sambo dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai saksi dalam perkara pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 7 Desember 2022.
 
Eks Kadiv Propam Polri ini menuturkan pada 9 Juli 2022 atau sehari setelah penembakan Brigadir J, Putri marah mengetahui peristiwa pelecehan seksual yang dialaminya diketahui orang lain. Ferdy Sambo menjelaskan ke Putri bahwa peritiwa pelecehan seksual terpaksa dipakai untuk mendukung skenario tembak menembak di Komplek Polri Duren Tiga. 
 
 
"Tanggal 9, begitu bangun pagi saya bangunkan istri saya. Istri saya menanyakan 'ada apa kemarin.' Saya sampaikan Rhicard menembak Yosua. Saya sudah melaporkan ke Bapak Kapolri bahwa ini tembak menembak, karena kamu dilecehkan oleh Yosua. Istri saya marah," tutur dia. 
 
Putri marah karena dilibatkan dalam skenario yang dibuat untuk menutupi penembakan Brigadir J. Pasalnya sedari awal dia menginginkan cerita pelecehan tidak diketahui orang lain. 
 
"Saya bilang, 'tidak mungkin ada tembak menembak tanpa ada penyebab'. Yang ada di pikiran saya karena ada istri saya disitu saya coba msukkan lah ke dalam cerita itu yang mulia. Istri saya tetap tidak terima," imbuhnya. 
 
Belakangan Ferdy Sambo mengaku menyesal karena melibatkan istrinya dalam skenario penembakan Brigadir J
 
 
"Saya sampaikan bahwa saya akan tetap bertanggung jawab. Makanya saya sangat berdosa melibatkan dalam skenario ini," pungkas Ferdy Sambo. ***

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X