Tim Satgasus Puser Bumi Bentukan Ganjar dan Kapolda Jateng Tumpul Berantas Tambang Ilegal

- Selasa, 6 Desember 2022 | 07:52 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai gagal menertibkan tambang ilegal yang marak di Jateng.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai gagal menertibkan tambang ilegal yang marak di Jateng.

HARIANTERBIT.com - Postingan rapat kordinasi (Rakor) yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan semua kepala daerah tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Tengah pada 29 November 2022 dalam menyikapi cuitan Walikota Solo Gibran Rakabuming di Twitter, malah memperlihatkan Ganjar telah gagal menghentikan tambang ilegal receh yang marak di Jateng.

"Sebab, jauh sebelumnya, tepatnya pada 16 Desember 2021, Gubernur Ganjar Pranowo dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi sudah pernah membentuk Tim Satgasus Puser Bumi yang tugasnya khusus memberantas praktek tambang ilegal yang sudah marak saat itu," ungkap Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman di Jakarta,, Selasa, 6 Desember 2022.

Baca Juga: Saham GOTO Jeblok Sampai Mentok ke Rp 123, Erick Thohir Kembali Jadi Sorotan

Bahkan, kata Yusri, pembentukan Tim Satgasus Puser Bumi itu dilakukan pada acara Focus Group Discussion (FGD) dengan judul "Mewujudkan Good Mining Practise" di kantor Gubernur Jawa Tengah, yang dihadiri juga jajaran Ditjen Minerba Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

"Ganjar saat itu mengakui risau atas banyaknya laporan kepadanya tentang praktek tambang ilegal yang ia terima dari telepon genggam dan media sosial. Kondisi itu harus segera dibenahi kata dia, baik dari sisi perizinan dan penegakan hukum serta tata ruang agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan," ungkap Yusri.

Namun, lanjut Yusri, fakta berkata lain setelah viralnya kasus tesminoni mantan polisi Ismail Bolong yang mengaku telah mengkoordinir tambang batubara ilegal alias Koridor dengan menyuap aparat kepolisian dari tingkat Polsek sampai dengan Kabareskrim Komjen Pol Agus Ardianto.

Baca Juga: Proyek Food Estate Prabowo Terancam Mangkrak, Tak Ada Petaninya

"Tak hanya Ganjar, Menteri ESDM Arifin Tasrif pun yang selama ini bungkam soal maraknya tambang ilegal di Kalimantan dan Sulawesi serta daerah lainnya, terpaksa harus jadi pura-pura serius menyikapi cuitan Gibran. Arifin Tasrif mengatakan segera mengirim inspektur tambang ke lokasi di Kabupaten Klaten untuk mengecek kebenarannya," ulas Yusri.

Lebih lanjut Yusri membeberkan, banyak pihak menyatakan kasus tambang ilegal galian C itu sebagai kasus 'receh', merupakan korban dari produk Undang Undang Minerba Nomor 3 tahun 2020 yang diduga untuk kepentingan oligarki sumber daya alam.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB

Inilah Penjelasan Desa Baduy Yang Dikunjungi Anies

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:49 WIB
X