Dinilai Lamban Penanganan, Poros Rawamangun dan Korban Gangguan Ginjal Akut Bakal Mengadu ke Unicef dan WHO

- Rabu, 30 November 2022 | 15:11 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HARIANTERBIT.com - Kasus gagal ginjal akut adalah darurat kemanusiaan yang terjadi di Indonesia. Namun ironisnya respon negara sangat lamban, bahkan diduga tidak serius dalam penanganan kasus tersebut beserta korban yang masih harus berjuang untuk hidup.

"Oleh karena itu kasus gagal ginjal akut yang merenggut ratusan nyawa anak-anak dinilai sebagai kegagalan negara memberikan perlindungan kepada warga negaranya," kata Ketua Umum Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada awak media di Jakarta, Rabu, 30 November 2022

“Mestinya negara dalam hal ini pemerintah menetapkan status kasus gagal ginjal akut sebagai Kejadian Luar Biasa atau KLB, tapi sampai sekarang tidak ada penetapan status tersebut. Ini membuktikan negara tidak serius melindungi rakyatnya,” tambahnya.

Baca Juga: Bharada E Bongkar Fakta keterlibatan Putri Candrawathi dalam Perencanaan Pembunuhan Brigadir J

Menurut Rudy, dari kondisi tersebut, pihaknya sangat berharap jika pemerintah menetapkan status Kejadian Luar biasa dalam penanganan kasus gangguan gagal ginjal akut. Sehingga penanganannya tidak dengan cara-cara biasa seperti dilakukan hari ini, tapi dalam satu manajemen penanganan khusus yang cepat, cermat, dan tidak membebani masyarakat.

"Tapi realitasnya ketika saya langsung terjun melakukan penelusuran hingga menemui para korban gangguan gagal ginjal kronis baik yang masih berjuang mempertahankan hidupnya maupun mendatangi keluarga dari korban gangguan ginjal akut yang sudah meninggal dunia, walhasil mereka itu menyampaikan keluhan yang sama, yakni tidak adanya uluran tangan dari pemerintah," tandasnya.

Padahal, sambung Rudy, Presiden Jokowi sudah mengatakan soal gangguan ginjal akut jangan dianggap masalah kecil.

Gangguan ginjal akut adalah masalah besar, namun realitasnya arahan Presiden Jokowi tersebut, justru dianggap remeh dan tidak dilaksanakan oleh instansi yang bertanggungjawab terhadap penanganan kasus gangguan ginjal akut.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD DKI Sebut Kenaikan UMP di Atas Rp5 juta Beratkan Pengusaha

"Presiden Jokowi juga pernah mengatakan pengobatan gratis kepada pasien-pasien pengidap penyakit gangguan gagal ginjal akut, tapi nyatanya, biaya itu tidak gratis, dan bahkan membebani korban yang masih berjuang bertahan hidup,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Cara Lindungi Data Diri Dalam Pelayanan Publik

Selasa, 7 Februari 2023 | 20:19 WIB

Jokowi: Buronan Korupsi Pasti Ditemukan

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:02 WIB

1 Ramadhan 23 Maret dan Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:05 WIB

Duet Anies-Khofifah Bisa Menangi Pilpres

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:58 WIB
X