Eks Kasat Reskrim Jaksel ke Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan?

- Selasa, 29 November 2022 | 13:15 WIB
Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit bersama saksi lain memberikan keteranga di persidangan.  (Ikbal Muqorobin)
Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit bersama saksi lain memberikan keteranga di persidangan. (Ikbal Muqorobin)

HARIANTERBIT.com - Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit merasa dikorbankan karena terdampak dari rekayasa pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dibuat Ferdy Sambo.

Di hadapan Ferdy Sambo, Ridwan pun mempertanyakan hal tersebut.

Ridwan Soplanit kembali menjadi saksi dalam perkara pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 29 November 2022. Kali ini Ridwan bersaksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 

Baca Juga: Job Fair di Balai Rakyat Depok Tersedia 2.555 Lowongan Kerja

Dia mengungkapkan terdampak rekayasa yang dibuat Ferdy Sambo. Dia dimutasi ke Yanma Polri dan demosi selama delapan tahun karena dianggap tidak profesional dalam penanganan perkara tersebut usai menjalani sidang etik.

"Saya di penempatan khusus 30 hari. Demosi 8 tahun, karena kurang profesional mulai dari olah TKP kemudian barang bukti diambil oleh pihak lain," katanya dalam sidang. 

Karena rekayasa Ferdy Sambo itu, Ridwan mengaku karirnya menjadi terhambat. Dia pun mempertanyakan kepada eks Kadiv Propam Polri itu karena merasa dikorbankan.

"Pertanyaan saya ke Pak Sambo, kenapa kami harus dikorbankan dalam masalah ini?" tandas Ridwan ke Ferdy Sambo

Baca Juga: Gempa di Cianjur Sudah Dideteksi Peneliti UGM Sejak 4 Hari Sebelum Kejadian

Diketahui Ridwan Soplanit memimpin penyelidikan tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan 8 Juli 2022. Kepada penyidik saat itu Ferdy Sambo menuturkan istrinya Putri Candrawathi mengalami tindak pelecehan seksual oleh Brigadir J di rumah dinas.

Putri berteriak hingga membuat Brigadir J panik dan keluar kamar. Saat itu Bharada E memergoki Brigadir J. Tiba-tiba Brigadir J melepaskan tembakan ke arah Bharada E. 

Bharada E membalas tembakan sehingga terjadi saling tembak antara keduanya. Dalam peristiwa itu Brigadir J tewas sedangkan Bharada E selamat tanpa satu pun luka tembak. Diketahui belakangan bahwa cerita itu merupakan rekayasa yang dibuat Ferdy Sambo untuk menutupi pembunuhan Brigadir J yang sebenarnya.

Baca Juga: Upaya Liberalisasi dan Kapitalisasi Kesehatan Lewat RUU Omnibus Law Kesehatan

Editor: Arbi Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bakamla RI Selamatkan Nelayan di Selat Makassar

Kamis, 30 Maret 2023 | 18:15 WIB

Buruh Serukan Bongkar TPPU Rp349 T di Kemenkeu

Kamis, 30 Maret 2023 | 14:08 WIB
X