Putri Candrawathi Terus Menangis Usai Brigadir J Tewas Ditembak

- Senin, 28 November 2022 | 17:49 WIB
Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). (Ikbal)
Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). (Ikbal)

HARIANTERBIT.com - Eks Kabag Gakkum Provost Divpropam Polri, Kombes Susanto Haris, menuturkan sikap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi saat diinterogasi. Putri yang mengaku mengalami pelecehan seksual terus menangis saat dimintai keterangan.

Hal itu diungkapkan Eks Kabag Gakkum Provost Divpropam Polri Kombes Susanto saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 28 November 2022. 
 
Susanto mendatangi rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan sesaat penembakan Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022 bersama mantan Karo Provos Divpropam Polri Brigjen Benny Ali. Susanto diajak Benny ke rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling untuk meminta keterangan dari Putri pada pukul 18:17. 
 
 
"Ayo To, kita harus tahu cerita sesungguhjya meminta keterangan interogasi Ibu," katanya menirukan perkataan Benny. 
 
Keduanya lalu ke rumah di Jalan Saguling diantar Ferdy Sambo dengan mobil terpisah. Sesampainya di rumah Ferdy Sambo Benny mulai keterangan dengan terkait kronologi peristiwa. 
" Pak Benny Ali tanya kepada Ibu, 'Bu apa kejadian sesungguhnya?' Begitu cerita 'Oh kami baru pulang dari Magelang, kemudian saya baru istirahat.' Kemudian berhenti, nangis," tuturnya.
 
Benny kembali bertanya soal peristiwa yang terjadi. Namun lagi-lagi di tengah proses itu Putri kembali menangis.
 
"Ditanya lagi, sebetulnya ada kejadian apa Bu? 'Saya sedang istirahat, ada yang masuk'. Nangis lagi, bergenti lagi. Kemudian yang bersangkutan mulai cerita, 'saya teriak Pak karena ada yang masuk. Saya lupa manggil Richard atau manggil Ricky?' Tetapi berhenti lagi nangis lagi," jelasnya.
 
Melihat keadaan Putri, keduanya pun menghentikan proses interogasi. Benny menganggap Putri masih merasa trauma dengan peristiwa yang dialaminya. 
 
 
"Sehingga saya disentuh oleh Pak Karo Provost bahwa 'Sudah To, trauma. Ini kita enggak bisa ambil keterangan secara banyak.' Akhirnya kami kembali ke TKP," kata Susanto. 
 
Diketahui saat itu Putri mengaku mengalami tindak pelecehan seksual oleh Brigadir J di rumah dinas. Putri berteriak hingga membuat Brigadir J panik dan keluar kamar. Saat itu Bharada E memergoki Brigadir J. Tiba-tiba Brigadir J melepaskan tembakan ke arah Bharada E. 
 
Bharada E membalas tembakan sehingga terjadi saling tembak antara keduanya. Dalam peristiwa itu Brigadir J tewas sedangkan Bharada E selamat tanpa satu pin luka tembak. Diketahui belakangan bahwa cerita itu merupakan rekayasa yang dibuat Ferdy Sambo untuk menutupi pembunuhan Brigadir J yang sebenarnya. ***

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB

Inilah Penjelasan Desa Baduy Yang Dikunjungi Anies

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:49 WIB
X