Saldo di Rekening Brigadir J Rp 100 Triliun, PPATK: Itu Hoaks

- Sabtu, 26 November 2022 | 19:07 WIB
Dokumen Penghentian Sementara Rekening Brigadir Yosua (Tangkap Layar YouTube Irma Hutabarat)
Dokumen Penghentian Sementara Rekening Brigadir Yosua (Tangkap Layar YouTube Irma Hutabarat)

HARIANTERBIT.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) buka suara soal kabar rekening Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencapai Rp 100 juta. Kabar itu muncul dari salah satu kanal YouTube bertajuk 'Berapa Isi Rekening Josua'.

Rumors itu dilontarkan Irma Hutabarat sebagai pemilik akun YouTube tersebut, menunjukkan beberapa dokumen, seperti Berita Acara Penghentian Sementara Transaksi dan Surat Pemberitahuan. Surat-surat itu mencatat nominal transaksi Rp 100 triliun yang dibekukan Bank Negara Indonesia (BNI).

"Itu hoaks. Ada isinya, tapi tidak seperti itu," tutur Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat dihubungi pada Sabtu, 26 November 2022.

Baca Juga: Puncak Covid 19 Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Menkes Prediksi Bisa Tembus 15 Ribu

Angka Rp 100 triliun, kata Ivan, adalah plafon tertinggi pembekuan nilai tabungan. Sehingga ketika PPATK memberikan perintah pembekuan rekening Brigadir J, pihak bank akan menggunakan nilai tertinggi batas transaksi penerimaan maupun pengiriman dana.

''Jadi itu adalah praktik yang lazim dilakukan di perbankan.''

Ivan mencontohkan, jika seseorang nasabah dibekukan rekeningnya, pihak bank akan mengatur dalam sistem jumlah maksimal yang akan dibekukan, sehingga sistem akan membaca numerik yang diberikan. Jadi, nasabah tersebut tak bisa menerima dana maupun mengirimkan dana di bawah numerik yang dimasukan pihak bank ke dalam sistem tadi.

Baca Juga: Elektabilitas Airlangga Hartarto Rendah, Suara Golkar Bakal Rontok di Pemilu 2024, Lembaga Survei Dituding Ini

Contohnya, jika pihak bank mengatur numerik dalam sistem sebesar Rp 1 juta, ketika nasabah melakukan transaksi sampai Rp 5 juta, yang bida diblokir oleh sistem hanya Rp 1 juta. Sementara sisanya Rp. 4 juta masih bisa masuk. Karena itu, pihak bank biasanya memasukan nilai tertinggi, agar tidak ada dana yang masuk sama sekali.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Cara Lindungi Data Diri Dalam Pelayanan Publik

Selasa, 7 Februari 2023 | 20:19 WIB

Jokowi: Buronan Korupsi Pasti Ditemukan

Selasa, 7 Februari 2023 | 19:02 WIB

1 Ramadhan 23 Maret dan Idul Fitri 21 April 2023

Selasa, 7 Februari 2023 | 11:05 WIB

Duet Anies-Khofifah Bisa Menangi Pilpres

Selasa, 7 Februari 2023 | 10:58 WIB
X