• Jumat, 9 Desember 2022

Sidang Perkara Dugaan Pemalsuan Dokumen, PT Temas Tbk Diminta Dihadirkan

- Kamis, 24 November 2022 | 11:44 WIB
ilustrasi sidang
ilustrasi sidang

HARIANTERBIT.com - PT Temas Tbk diminta dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan terdakwa eks Kepala Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) DKI Jakarta Jaya, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Hal ini merujuk pada kesaksian sejumlah saksi, salah satunya Abdul Halim, warga Cakung, Jakarta Timur, yang mengklaim memiliki tanah bernilai triliunan di atas tanah hak guna bangunan (HGB) PT. Salve Veritate.

"Baiknya JPU maupun majelis hakim memanggil PT Temas dan semua pihak yang terlibat dalam proses jual beli (harto khusumo, calo tanah, notaris) dengan Abdul Halim," ujar kuasa hukum PT. Salve, Fandi Denisatria, di Jakarta, Selasa, 22 November 2022.

Baca Juga: Buntut Ucapan Miras Minuman Rasulullah, Sule, Budi Dalton dan Sasongko Dipolisikan

Saat dihadirkan pada persidangan Jumat, 28 Oktober 2022, Abdul Halim yang kini berstatus tersangka dugaan pemalsuan dokumen dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Bareskrim Polri, mengaku telah menjual tanah sengketa tersebut kepada pihak PT. Temas Tbk dengan harga Rp200 miliar.

"Dalam kesaksiannya Abdul Halim juga menyatakan uang 200 miliarnya belum ia terima. Bagaimana bisa jual beli dilakukan antara Harto Khusumo/PT Temas dengan Abdul Halim, tapi Abdul Halim sampaikan di sidang belum terima uangnya," kata dia.

Dihadapan majelis hakim, Abdul Halim mengaku bertemu Hendra, pengacara yang mengurus pengajuan sertifikat tersebut, pada 2017. Sejak saat itu, Hendra membantu Abdul Halim untuk mengajukan sertifikat dengan dasar akta jual beli (AJB) atas 5 girik dengan luas 52.649 meter persegi.

Bidang tanah yang dimaksud berlokasi di Kelurahan Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur. Saat pengajuan sertifikat, di atas tanah tersebut telah terdapat alas hak berupa sertifikat HGB atas nama PT. Salve Veritate.

Baca Juga: Koalisi Gerindra-PKB Bakal Bubar, Pengamat: Diduga Terkait Skandal ‘Kardus Durian’

Dibantu pengacaranya, Abdul Halim lantas menggugat keabsahan SHM atas nama Benny Simon Tabalujan. Kemudian SHGB turunan atas nama PT. Salve ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Halaman:

Editor: Zahroni Terbit

Tags

Terkini

Tersangka Suap, KPK Tahan Hakim Agung Gazalba Saleh

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:46 WIB

KPK Sebut Penyelidikan Formula E Masih Berjalan

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:50 WIB

Duka Masih Menyelimuti Keluarga Korban Bom Bandung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:31 WIB
X