Prada Indra Meninggal, Diduga Dianiaya Senior

- Rabu, 23 November 2022 | 19:10 WIB
Prada Indra, anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Biak. (dokumentasi keluarga)
Prada Indra, anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Biak. (dokumentasi keluarga)

HARIANTERBIT.com - Prada Indra meninggal diduga akibat mendapatkan kekerasan secara fisik. Prada Indra Wijaya meninggal pada Sabtu, 19 November 2022. 

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU), Marsma Indan Gilang Buldansyah mengungkapkan bahwa Prada Indra diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh seniornya.
 
"Diduga (oleh) seniornya," kata Indan saat dikonfirmasi HARIANTERBIT.com, Rabu, 23 November 2022. 
 
Sebelumnya Satuan Polisi Militer (Satpom) Koopsud III Biak telah melakukan penyidikan dan pendalaman terhadap dugaan kekerasan yang mengakibatkan kematian Prada Indra. 
 
 
Indan mengatakan telah melakukan penahanan terhadap empat prajurit. Mereka diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap Prada Indra. 
 
"Terhadap kejadian tersebut TNI AU telah menahan 4 prajurit, yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan, untuk dimintai keterangan dan penyidikan lebih lanjut," tegasnya. 
 
Indan menegaskan TNI AU akan memberikan sanksi hukum secara tegas jika terdapat prajurit yang terbukti terlibat dalam peristiwa kematian Prada Indra. 
 
 
"Bila terbukti ditemukan ada tindak pidana penganiayaan, TNI AU akan memberikan sanksi hukum tegas, sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.
 
Diketahui keluarga telah melaporkan kematian Prada Indra ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Angkatan Udara. Proses penyelidikan tengah berlangsung dengan pemeriksaan empat prajurit. 
 
Rika Wijaya, kakak Indra berharap pelaku kekerasan terhadap adiknya dihukum berat jika terbukti bersalah. 
 
 
"Yang pastinya harus dilakukan hukum yang seberat-beratnya dan tentunya sesuai hukum yang berlaku. Apalagi kan ini sampai menghilangkan nyawa seseorang pastinya yang kita tahu pasalnya banyak," katanya saat memberikan keterangan secara online.
 
Rika berharap peristiwa semacam itu menjadi perhatian Panglima TNI agar tidak terulang kembali. 
 
"Saya berharap sih panglima TNI atau atasan-atasan bisa atensi khusus supaya tidak terjadi lagi hal-hal seprti ini," tegas dia. (ikbal)

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

300 Anak Yatim Mendoakan Yusril Jadi Presiden 2024

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:06 WIB

Anies Bertemu AHY di Kantor Demokrat

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:46 WIB

Bharada E Penuhi Syarat Sebagai Saksi Pelaku

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:45 WIB

Sambo dan Putri Akan Divonis 13 Februari

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:43 WIB

Darurat Kasus Anak Hamil di Luar Nikah

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:22 WIB

KIB Dukung Anies : Kita Bukan Kaleng - Kaleng

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:17 WIB
X