Sebelum Prada Indra Meninggal, Telpon Pacar Sebut akan Temui Senior

- Rabu, 23 November 2022 | 16:43 WIB
Prada Indra, anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Biak. (dokumentasi keluarga)
Prada Indra, anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Biak. (dokumentasi keluarga)

HARIANTERBIT.com - Prada Indra Wijaya meninggal diduga akibat mendapatkan kekerasan secara fisik. Terungkap bahwa sebelum meninggal Prada Indra Wijaya sempat menemui para seniornya.

 
Anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III Biak Prada Indra meninggal dunia pada Sabtu, 19 November 2022. Prada Indra disebut meninggal karena dehidrasi akut setelah bermain futsal selama tiga jam. 
 
Keluarga korban mengungkapkan komunikasi terakhir Prada Indra dengan kekasihnya. Saat itu Indra mengatakan bahwa setelah latihan akan berkumpul dengan para seniornya. 
 
 
"Memang benar kabarnya. Kebetulan adik saya masih sempat melapor dengan pacarnya bahwa akan dilakukan, kumpul setelah futsal dengan senior-seniornya," ujar kakak Indra, Rika Wijaya saat memberikan keterangan secara online, Rabu 23 November 2022. 
 
Rika juga mengungkapkan sebelumnya adiknya tidak pernah mengeluhkan perihal kesehatannya. Dari komunikasi dengan keluarga melalui panggilan video Rika memastikan kesehatan Prada Indra dalam keadaan baik. 
 
"Secara fisik sebelum beliau meninggal kan suka lakukan video call sama keluarga itu fisiknya sehat walafiat. Tidak ada ngomong keluhan apa-apa kalau dia kenapa-kenapa," beber Rika. 
 
 
Sebelumnya Satuan Polisi Militer (Satpom) Koopsud III Biak melakukan penyidikan dan pendalaman terhadap dugaan kekerasan yang mengakibatkan kematian Prada Indra. 
 
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU), Marsma Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan tertulisnya mengatakan telah melakukan penahanan terhadap empat prajurit. Mereka diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap Prada Indra. 
 
"Terhadap kejadian tersebut TNI AU telah menahan 4 prajurit, yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan, untuk dimintai keterangan dan penyidikan lebih lanjut," tegasnya. 
 
 
Indan menegaskan akan akan memberikan sanksi hukum secara tegas jika terdapat prajurit yang terbukti terlibat dalam peristiwa kematian Prada Indra. 
 
"Bila terbukti ditemukan ada tindak pidana penganiayaan, TNI AU akan memberikan sanksi hukum tegas, sesuai aturan yang berlaku," imbuhnya.
 
Jenazah Prada Indra telah diotopsi pada Minggu, 20 November 2022 di RSUD Tangerang, Banten. Keluarga meminta otopsi dilakukan karena mendapati sejumlah luka di jenazah. Usai otopsi Prada Indra dimakamkan secara militer. ***
 
 

Editor: Yuli Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB

Inilah Penjelasan Desa Baduy Yang Dikunjungi Anies

Kamis, 26 Januari 2023 | 18:49 WIB
X