• Jumat, 9 Desember 2022

KSAL Yudo Margono Gantikan Jenderal Andika Jadi Panglima TNI

- Rabu, 23 November 2022 | 11:17 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono (Dok. Dispenal)
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono (Dok. Dispenal)

HARIANTERBIT.com —Analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting mengungkapkan pertemuan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (21/11/2022) mengindikasikan Yudo Margono akan menjadi calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

“Sebelumnya saya sudah menjelaskan makna interaksi simbolik jika ada pertemuan Mensesneg Pratikno dengan tiga kepala staf angkatan. Siapa di antara ketiga kepala staf angkatan yang bertemu Mensesneg, itulah dia calon Panglima TNI,” ujar Selamat Ginting saat menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Kepastian pertemuan KSAL dengan Mensesneg Pratikno, diakui Laksamana Yudo kepada wartawan di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), hari ini (Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Demi Konten Video Pelajar Tewas Ditabrak Truk, Korban Terseret Sejauh 25 Meter  

Hal sama disampaikan Wakil Ketua DPR Lodewijk Freidrich Paulus. Dia  memberikan sinyal Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono akan menjadi Panglima TNI baru pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Pernyataan Lodewijk itu terutama merespons pertemuan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dengan Yudo di Gedung Utama Sekretariat Negara, Senin (21/11). Lodewijk tak menampik pertemuan keduanya menjadi sinyal penunjukan Yudo. "Ya bisa itu dikatakan suatu sinyal," kata Lodewijk di Jakarta, Selasa (22/11).

Namun, dia menyebut penunjukan Panglima TNI baru merupakan hak prerogatif presiden. Menurutnya, tak ada aturan baku soal pergantian antar matra TNI yang bisa menjadi panglima.

Baca Juga: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Prabowo Lirik Ganjar Koalisi Gerindra-PKB Terancam Bubar

Menurut Lodewijk, Undang-Undang Nomor 34 tentang TNI yang mengatur soal penunjukan Panglima hanya menyebut bahwa posisi panglima bisa dijabat secara bergantian antar matra. Artinya, kata dia, tidak ada kewajiban pergantian posisi tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar itu menyebut pihaknya hingga kini masih menunggu surat presiden (surpres) berisi nama usulan Jokowi.

Matra Laut

Sementara itu, pengamat Intelijen, Pertahanan dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan tradisi rotasi lintas matra pada pergantian panglima TNI kali ini.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Zainul Majdi: Islam Kecam Bom Bunuh Diri

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:49 WIB

Tersangka Suap, KPK Tahan Hakim Agung Gazalba Saleh

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:46 WIB

KPK Sebut Penyelidikan Formula E Masih Berjalan

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:50 WIB

Duka Masih Menyelimuti Keluarga Korban Bom Bandung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:31 WIB
X