Kasus BTS di Kominfo Para Saksi Kembali Jalani Pemeriksaan

- Minggu, 20 November 2022 | 10:45 WIB
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyebut pihaknya menerima tiga SPDP kasus gagal ginjal akut dari BPOM dan Polri. (Puspenkum Kejagung)
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyebut pihaknya menerima tiga SPDP kasus gagal ginjal akut dari BPOM dan Polri. (Puspenkum Kejagung)

HARIANTERBIT.com - Kasus di Kementerian Komunikasi dan Informatika ternyata masih didalami pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Minggu 20 November 2022.

Penyidik Kejagung melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G atau korupsi BTS Kominfo dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, 5.

Pemeriksaan saksi yang kesekian kali ini disebutkan, guna mendalami dugaan penyelewengan dalam pekerjaan proyek yang dilakukan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Baca Juga: Survei Voxpol Center 'Tamparan' Buat Golkar, Elektabilitas Airlangga Hartarto 0,7 Persen

Ada 7 orang saksi dicecar berbagai pertanyaan oleh penyidik Kejagung, sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana.

"Mereka adalah pertama APS selaku Direktur Utama PT Prasetia Dwidharma, kedua LW selaku Direktur Utama PT ZTE Indonesia, ketiga DAN selaku Direktur Utama PT Eltran Indonesia, dan keempat R selaku Direktur PT Bintang Komunikasi Utama. Untuk saksi kelima CYI selaku Direktur Utama PT Artos Inti Teknologi, serta keenam dan ketujuh AH selaku Direktur Utama PT LEN Telekomunikasi Indonesia dan H selaku Direktur Utama PT Chakra Giri Energi Indonesia," ujar Ketut dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

“Semuanya diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo Kementerian Tahun 2020-2022,” bebernya.

Baca Juga: Posko Solusi Bantuan Final SMI Terus Didatangi Member, Berakhir 2 Desember 2022

Lanjut Ketut, bahwa pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur BTS. Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

300 Anak Yatim Mendoakan Yusril Jadi Presiden 2024

Jumat, 3 Februari 2023 | 21:06 WIB

Anies Bertemu AHY di Kantor Demokrat

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:46 WIB

Bharada E Penuhi Syarat Sebagai Saksi Pelaku

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:45 WIB

Sambo dan Putri Akan Divonis 13 Februari

Jumat, 3 Februari 2023 | 11:43 WIB
X