Kamaruddin Simanjuntak Serahkan Barang Bukti Baru ke Bareskrim Polri

- Selasa, 8 November 2022 | 06:41 WIB
Anak pendiri Sinarmas Group Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjaja didampingi Kamaruddin Simanjuntak
Anak pendiri Sinarmas Group Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjaja didampingi Kamaruddin Simanjuntak

HARIANTERBIT.com - Anak pendiri Sinarmas Group Eka Tjipta Widjaja, Freddy Widjaja didampingi Kamaruddin Simanjuntak menyerahkan barang bukti baru, dalam kasus dugaan pemalsuan akta kelahiran oleh tiga saudara tirinya. Penyerahan bukti baru agar perkara yang dihentikan polisi tersebut kembali dibuka.

"Hari ini kami datang kembali bersama klien saya, berdasarkan surat kuasa yang diserahkan kepada saya dan rekan saya Martin Lukas, meminta membuka kembali perkara ini dan kami melampirkan bukti-bukti baru atau novum," ujar pengacara Freddy, Kamaruddin Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 7 November 2022.

Baca Juga: Survei Indekstat: Elektabilitas Puan Maharani 2,6 Persen, Airlangga Hartarto 0,3 Persen

Menurut Kamaruddin, bukti itu berupa akta kelahiran terlapor, akta yang terdaftar di kantor pendudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) yang tidak digunakan terlapor, malah menggunakan akta-akta lain yang tidak sah atau tidak terdaftar. Kemudian, bukti ketiga terlapor bukan warga negara Indonesia (WNI) atau tidak terdaftar sebagai WNI.

"Perlu diketahui bahwa di zaman orde baru itu warga-warga negara asing itu harus dinaturalisasi, harus terdaftar sebagai warga negara Indonesia, itu juga kami jadikan sebagai bukti," bebernya.

Selain itu, Kamaruddin membawa bukti keterangan dari ahli hukum soal kasus yang dilayangkan kliennya termasuk pidana murni. Hal itu guna meluruskan pendapat Bareskrim Polri yang menyebut kasus bukan termasuk pidana.

Baca Juga: Mesin Politik Mogok, Elektabilitas Golkar Rontok, Banyak Internal Partai Tolak Airlangga Hartarto Capres

"Penyidik kita ingatkan, jangan gara-gara penyidik berpendapat bahwa pemalsuan akta autentik dan atau menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik bukan merupakan peristiwa pidana, nanti masyarakat jadi heboh semua, memalsukan semua kan bahaya negara ini," tegas Kamaruddin.

Pihaknya ujar dia lagi telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. Isinya menghentikan laporan kliennya. Kini, dia berharap Polri kembali membuka perkara tersebut.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendra Kurniawan Dituntut 3 Tahun Penjara

Jumat, 27 Januari 2023 | 17:14 WIB

Kala Gibran Pamer Foto Bareng Maskot Jakarta

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:29 WIB

Polri: Terorisme Masih Menjadi Ancaman Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:11 WIB

Resmi Dukung Anies, Daya Tawar Demokrat Naik

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:34 WIB

Resmi Dukung Anies, Pengamat Sebut Demokrat Konsisten

Kamis, 26 Januari 2023 | 22:24 WIB
X