• Jumat, 9 Desember 2022

Aktivis BKR Gelar Aksi Kasus PLTU Riau 1, Impor Garam, Minyak Sawit di KPK, Mabes Polri dan Kejagung

- Senin, 7 November 2022 | 17:05 WIB
Massa Barisan Keadilan Rakyat (BKR) berunjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin, 7 November 2022.
Massa Barisan Keadilan Rakyat (BKR) berunjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin, 7 November 2022.

HARIANTERBIT.com - Kelompok massa Barisan Keadilan Rakyat (BKR) berunjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin, 7 November 2022. Mereka mendesak KPK untuk buka kembali kasus PLTU Riau-1 yang membelit Airlangga Hartarto.

"KPK pernah membuka peluang memanggil Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam kasus proyek pembangunan PLTU Riau-1, maka sudah saatnya diwujudkan untuk mengklarifikasi juga penyidikan lebih lanjut," tegas Koordinator Aksi Erwin, Senin, 7 November 2022.

Apalagi, kata dia, bekas Wakil Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Eni Saragih mengatakan pernah ada pertemuan dikediaman Airlangga untuk membahas sejumlah proyek pembangkit listrik. Tamu yang hadir adalah Eni, eks pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budi Sutrisno Kotjo, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan Ketua Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng. “Kasus ini harus dibongkar secara tuntas," katanya.

Baca Juga: Survei Indekstat: Elektabilitas Puan Maharani 2,6 Persen, Airlangga Hartarto 0,3 Persen

Selain di Gedung KPK, para pendemo juga menyambangi Mabes Polri Jakarta Selatan. Mereka meminta agar Polri tidak melupakan kasus yang pernah disinggung dan dilaporkan oleh Rifa Handayani terkait dugaan intimidasi dan teror buntut dugaan pertemanan spesial.

"Usut tuntas kasus dugaan intimidasi, teror, ancaman yang dilakukan oleh Airlangga Hartarto buntut adanya pengakuan dugaan pertemanan spesial. Segera bertanggung jawab dan jelaskan duduk perkara itu didepan masyarakat," katanya.

Selanjutnya, massa juga datangi Kejaksaan Agung untuk membongkar kasus terbaru yang menyeret nama Airlangga Hartarto adalah manipulasi juga rekayasa kebutuhan kuota impor garam nasional yang sudah menetapkan tiga pejabat tinggi di Kemenperin sebagai tersangka.

Baca Juga: Kinerja DPR di Bawah Puan Maharani Makin Buruk: Ini Datanya

"Dukung Kejagung periksa mantan Kemenperin Airlangga Hartarto karena dugaan impor garam terjadi periode 2016-2022. Usut tuntas kasus tersebut apalagi sudah menyeret 3 petinggi Kemenperin," tambahnya.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tersangka Suap, KPK Tahan Hakim Agung Gazalba Saleh

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:46 WIB

KPK Sebut Penyelidikan Formula E Masih Berjalan

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:50 WIB

Duka Masih Menyelimuti Keluarga Korban Bom Bandung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:31 WIB
X