• Jumat, 9 Desember 2022

Korupsi Impor Garam, Kejagung Tetapkan Dua Dirjen Kemenperin Jadi Tersangka

- Rabu, 2 November 2022 | 19:13 WIB
Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi menyebut penyidik telah menetapkan empat tersangka pada kasus suap importasi garam. Diketahui, tiga dari empat tersangka berasal dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Tangkapan layar video.kompas.com
Direktur Penyidikan Jampidsus Kuntadi menyebut penyidik telah menetapkan empat tersangka pada kasus suap importasi garam. Diketahui, tiga dari empat tersangka berasal dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Tangkapan layar video.kompas.com

HARIANTERBIT.com - Kejaksaan Agung resmi menetapkan dua orang mantan direktorat jenderal (Dirjen) di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi impor garam periode 2016-2022.

Selain kedua orang itu, dua orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejaksaan Agung, Kuntadi menuturkan, kempat orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah proses gelar dilakukan.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Kebut Pemberkasan Kasus Narkoba Teddy Minahasa

“Penyidik telah gelar perkara setelah mengumpulkan alat bukti. Maka pada 2 November 2022 atau hari ini, penyidik menetapkan 4 tersangka dalam ikasus impor garam,” ujar Kuntadi dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Rabu (2/11/2022).

Keempat orang itu adalah Muhammad Khayam selaku mantan Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil; Fridy Juwono selaku Dirjen Industri Kimia Hulu dan Yosi Arfianto selaku kasubditnya, serta F Tony Tanduk selaku Ketua Asosiasi Industri Penggunaan Garam Indonesia.

Dijelaskan Kuntadi, mereka telah merekayasa data yang akan digunakan sebagai penentu jumlah kuota garam. Namun, data itu terkirim tanpa verifikasi yang jelas.

Baca Juga: Kurir Ganja 112 Kg Jaringan Sumatera dan Jawa Diringkus Satresnarkoba

Alhasil, ketika penetapan kuota ekspor terjadi, maka jumlah garam yang ada menjadi berlebih. Harga garam di pasaran menjadi murah dan merugikan semua pihak.

Halaman:

Editor: Anugrah Terbit

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tersangka Suap, KPK Tahan Hakim Agung Gazalba Saleh

Jumat, 9 Desember 2022 | 06:46 WIB

KPK Sebut Penyelidikan Formula E Masih Berjalan

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:50 WIB

Duka Masih Menyelimuti Keluarga Korban Bom Bandung

Kamis, 8 Desember 2022 | 12:31 WIB
X